Pogiraha Adhara, Ewa Wuna, hingga Modero Jadi Magnet Silaturahmi Akbar KKMM di Kendari

2 days ago 31

Kendari – Ribuan warga memadati Lapangan Eks MTQ Kendari untuk menyaksikan tiga warisan budaya masyarakat Muna, yakni Pogiraha Adhara, Ewa Wuna, dan Modero, dalam Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM), Minggu (19/7/2026). Atraksi budaya tersebut menjadi salah satu sajian utama yang menyedot perhatian pengunjung.

Pogiraha Adhara adalah tradisi perkelahian kuda yang pada masa Kerajaan Muna hanya dipentaskan untuk raja, keluarga kerajaan, dan tamu kehormatan. Saat itu, pertarungan dua ekor kuda menjadi simbol keberanian, kehormatan, dan gengsi para bangsawan.

Tradisi yang dahulu bersifat eksklusif itu kini berubah menjadi atraksi budaya yang dapat disaksikan masyarakat luas. Hingga sekarang, Pogiraha Adhara masih dipentaskan dalam berbagai agenda adat dan penyambutan tamu penting sebagai upaya menjaga warisan budaya Muna.

Sekelompok pemuda sedang melakukan Ewa Wuna dalam kegiatan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari.Sekelompok pemuda sedang melakukan Ewa Wuna dalam kegiatan Silaturahmi Akbar Kerukunan Keluarga Masyarakat Muna (KKMM) Sulawesi Tenggara (Sultra) di Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (19/7/2026).

Atraksi berikutnya menampilkan Ewa Wuna, seni bela diri tradisional masyarakat Muna yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia pada 2021.

Ewa Wuna awalnya merupakan ilmu bela diri yang dikuasai para prajurit Kerajaan Muna untuk mempertahankan wilayah dari serangan musuh. Seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi pertunjukan budaya yang kerap ditampilkan pada penyambutan tamu, pesta adat, hingga festival budaya.

Sorak penonton kembali pecah saat ratusan peserta membawakan Modero, tarian pergaulan khas Muna yang dimainkan secara berkelompok. Laki-laki dan perempuan bergandengan tangan membentuk lingkaran sambil melangkah mengikuti irama musik tradisional.

Yang membedakan Modero dengan tarian pergaulan lainnya ialah tradisi kabhanti, yakni saling berbalas pantun dalam bahasa Muna. Syair yang dilantunkan berisi nasihat, humor, hingga pesan kehidupan yang diwariskan secara turun-temurun.

Ketua KKMM Sultra yang juga menjabat sebagai Bupati Muna Barat, La Ode Darwin, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan berhasil disiapkan dalam waktu sekitar satu bulan berkat gotong royong masyarakat Muna.

“Kami berterima kasih kepada seluruh panitia yang bekerja siang dan malam. Terima kasih juga kepada ibu-ibu yang sejak kemarin menyiapkan haroa dan dulang. Alhamdulillah seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik,” katanya.

Darwin berharap silaturahmi akbar tidak hanya menjadi ruang melepas rindu masyarakat Muna, tetapi juga menjadi momentum memperkenalkan budaya Muna kepada generasi muda sekaligus memperkuat kontribusi KKMM dalam pembangunan Sultra.

“Kami siap bersama Bapak Gubernur membangun Sulawesi Tenggara. KKMM akan terus menjadi mitra pemerintah sekaligus menjaga adat dan budaya Muna agar tetap lestari,” ujarnya.

ASR Kenakan Pakaian Kebesaran Muna hingga Dianugerahi Gelar Kehormatan saat Silaturahmi KKMM di Kendari

Post Views: 9

Read Entire Article
Rapat | | | |