Pemkot Kendari Dorong Produksi Pangan Lokal untuk Kurangi Ketergantungan dari Luar

1 day ago 15

Kendari – Peningkatan produksi pangan lokal terus digalakkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga ketersediaan sekaligus kestabilan harga pangan di Kota Kendari.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat sehingga pemerintah tidak bisa hanya mengandalkan pasokan dari daerah lain. Ia mendorong pemanfaatan potensi pertanian dan produksi pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Kita bisa mengurangi ketergantungan kita terhadap daerah lain,” kata Siska dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Harga Pangan Kota Kendari Tahun 2026 di Zahra Syariah Hotel Kendari, Rabu (9/9/2026).

Siska menyebut Kota Kendari masih memiliki kawasan persawahan sekitar 600 hektare yang dapat mendukung produksi pangan daerah. Pemerintah juga telah melakukan intervensi saat kekeringan mengancam lahan pertanian untuk menekan risiko gagal panen.

Menurut Siska, penguatan produksi lokal tidak hanya berkaitan dengan beras. Pemerintah juga perlu melihat kebutuhan komoditas lain yang permintaannya tinggi di masyarakat, termasuk telur.

Kebutuhan telur di Kota Kendari meningkat seiring pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG). Siska menyebut 39 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) membutuhkan sekitar 89 ribu butir telur setiap hari.

“Coba bayangkan, 89 ribu butir, itu baru MBG, belum restoran, belum masyarakat luas. Kira-kira kurang lebih 100 ribu butirlah,” ujarnya.

Pemkot Kendari mendorong kebutuhan bahan pangan untuk MBG dapat terhubung dengan produsen lokal, pengusaha UMKM dan distributor. Selain menjaga pasokan, langkah tersebut dinilai dapat membuat perputaran ekonomi berlangsung di dalam daerah.

Siska mengatakan penguatan produksi lokal perlu berjalan bersamaan dengan pengawasan stok, distribusi dan harga pangan. Pemerintah harus mengetahui kondisi di lapangan sebelum terjadi kekurangan pasokan atau kenaikan harga.

“Kita harus bisa mengetahui lebih awal bagaimana kondisi stok, kelancaran distribusi, dan juga perkembangan harga di lapangan. Yang terpenting bagaimana deteksi dini harus kita perkuat melalui kolaborasi lintas sektor,” jelasnya.

Ia menambahkan stabilitas pangan juga berkaitan langsung dengan kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, pemerintah terus berkoordinasi dengan distributor, pedagang, Bulog, perangkat daerah dan pihak terkait lainnya.

Dari sisi ketersediaan beras, Siska memastikan stok di Kota Kendari masih aman. Berdasarkan laporan dalam rapat tersebut, persediaan beras Bulog diperkirakan mencukupi hingga sekitar satu setengah tahun.

“Untuk stok beras kita alhamdulillah tidak susah. Kisaran satu tahun setengah masih bisa,” tuturnya.

Siska juga meminta distributor segera melaporkan kendala pasokan maupun distribusi kepada pemerintah. Informasi tersebut dibutuhkan agar pemerintah dapat mengambil langkah sebelum persoalan pasokan berdampak terhadap harga pangan di masyarakat.

“Kalau teman-teman distributor mengalami kesulitan atau kendala, segera melaporkan ke kita. Pemerintah kita selalu hadir,” tegasnya.

Post Views: 21

Read Entire Article
Rapat | | | |