Konawe – Pengunjung Pantai Tombawatu, Desa Tombawatu, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), kini bisa mencoba wahana baru berupa kereta drum gandeng yang melaju di atas pasir pantai. Wahana unik tersebut dibuat secara mandiri oleh warga setempat dengan memanfaatkan kreativitas dan ide dari berbagai referensi.
Kereta drum gandeng itu dirancang menggunakan sejumlah material seperti drum bekas, ban, rangka gandengan, hingga kendaraan ATV sebagai penggerak utama. Wahana ini menjadi daya tarik baru bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana pantai dengan sensasi berbeda.
Pemilik kereta drum, Icang mengatakan, ide pembuatan wahana tersebut berawal dari inspirasi video di YouTube yang memperlihatkan kreativitas masyarakat luar negeri dalam membuat kendaraan rekreasi serupa.
Wahana baru kereta drum gandeng di Pantai Tombawatu, Desa Tombawatu, Kecamatan Kapoiala, Kabupaten Konawe jadi magnet wisata permainan baru bagi masyarakat. Foto: Kendariinfo. (7/9/2026).“Jadi ini memang adik saya terinspirasi dari video-video YouTube orang Barat, mereka kreatif buat kereta gandeng begini. Kemudian adik saya juga coba aplikasikan,” kata Icang kepada Kendariinfo, Kamis (27/8/2026).
Ia menjelaskan, pembuatan wahana tersebut menghabiskan modal kurang lebih Rp70 juta. Biaya terbesar digunakan untuk membeli motor ATV sebagai kendaraan penarik kereta, sementara bagian lainnya dirakit menggunakan drum, ban, dan bahan pendukung lain.
Menurut Icang, awalnya kereta drum tersebut hanya diuji coba di area berumput. Namun karena kondisi medan yang kurang mendukung, akhirnya dicoba di kawasan pantai dan ternyata mendapat respons positif dari pengunjung.
“Awalnya itu masih di atas rumput-rumput, tapi banyak lubang dan kendaraan. Dicoba lah di pantai, ternyata cocok dan ramai,” ungkapnya.
Saat ini, kereta drum gandeng tersebut masih berjumlah satu unit. Jika antusias pengunjung terus meningkat, pihaknya berencana membuat tambahan unit baru agar lebih banyak wisatawan bisa menikmati wahana tersebut.
Untuk mencoba sensasi naik kereta drum gandeng, pengunjung cukup membayar Rp15 ribu per orang. Icang menyebut, jumlah pengunjung biasanya meningkat pada sore hari, terutama saat akhir pekan.
“Setiap orang naik Rp15 ribu. Kalau ramai biasa sore, apalagi kalau weekend lumayan ramai,” pungkasnya.
Post Views: 10

21 hours ago
13















































