Warga Konut Geruduk PT Konutara Sejati, Tuntut Transparansi Pembebasan Lahan hingga CSR

15 hours ago 10

Konawe Utara – Sejumlah warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) menggelar aksi unjuk rasa dengan mendatangi kawasan operasional PT Konutara Sejati (GROUP CNGR) di Desa Sari Mukti, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (1/9/2026). Aksi ini digelar guna menuntut kepastian dan transparansi perusahaan terkait isu lahan hingga dampak lingkungan.

Berdasarkan informasi yang diterima Kendariinfo, terdapat empat AMB di antaranya pembebasan lahan. Warga Menuntut manajemen memberikan keadilan dalam melanjutkan proses pembebasan lahan masyarakat yang masuk dalam WIUP PT Konutara Sejati.

Kemudian, terkait rekrutmen tenaga kerja. Warga mendorong penerapan sistem rekrutmen, kontrak kerja, dan penanganan PHK secara transparan dengan memprioritaskan tenaga kerja lokal di wilayah terdampak.

Warga Konut yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan PT Konutara Sejati, Desa Sari Mukti, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut).Warga Konut yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Bersatu (AMB) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan PT Konutara Sejati, Desa Sari Mukti, Kecamatan Langgikima, Kabupaten Konawe Utara (Konut). Foto: Istimewa. (1/9/2026).

Lalu terkait transparansi Corporate Social Responsibility (CSR). Warga mendesak keterbukaan terkait alokasi anggaran serta mekanisme penyaluran program CSR dan Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat (PPM). Serta menuntut kejelasan transparan terkait klasifikasi desa ring 1, 2, dan 3, beserta realisasi program yang telah berjalan di Kecamatan Langgikima.

Salah seorang warga terdampak berinisial AL menyebutkan bahwa masyarakat, khususnya di Kecamatan Langgikima, merasa paling dirugikan oleh aktivitas operasional kendaraan tambang.

“Masyarakat menuntut dana CSR yang belum terealisasi sampai saat ini, khususnya di Langgikima karena paling banyak mobilitas kendaraan mobil tambang lalu lalang,” ujar AL saat dikonfirmasi Kendariinfo, Sabtu (5/9).

Ia menambahkan, mobilitas kendaraan berat tersebut tak hanya merusak infrastruktur jalan, tetapi juga memicu polusi udara yang parah bagi pemukiman warga sekitar.

“Bikin rusak jalan, belum lagi debunya sampai masuk ke dalam rumah. Banyak yang terganggu aktivitasnya karena debu,” bebernya.

Sementara, Kasubsi PIDM Humas Polres Konut, Aipda Muhamad Iqbal membenarkan adanya aksi demonstrasi warga tersebut. Pihak kepolisian hadir untuk melakukan pengamanan dan memastikan demonstrasi berjalan dengan baik.

“Demonya sejak jam 10 pagi sampai sore,” kata dia kepada Kendariinfo, Selasa (1/9).

Post Views: 12

Read Entire Article
Rapat | | | |