15 Hektare Kebun Cengkeh di Kolaka Terbakar, Medan Sulit Hambat Pemadaman

11 hours ago 13

Kolaka – Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) melanda kawasan Amorini, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (1/9/2026). Dari sekitar 20 hektare area yang terdampak, 15 hektare di antaranya merupakan perkebunan cengkeh milik warga.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kolaka, Muh. Haerul Efendy, mengatakan kebakaran tersebut berdampak pada sekitar 20 hektare lahan. Dari luasan tersebut, sekitar 15 hektare merupakan perkebunan cengkeh milik masyarakat dan 5 hektare lainnya merupakan kawasan hutan.

“Total area yang terdampak diperkirakan mencapai kurang lebih 20 hektare. Sekitar 15 hektare merupakan perkebunan cengkeh milik masyarakat dan 5 hektare kawasan hutan,” kata Haerul melalui keterangan resminya, Kamis (3/9).

Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) melanda kawasan Amorini, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra).Kebakaran lahan dan hutan (karhutla) melanda kawasan Amorini, Kecamatan Samaturu, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: BPBD Kolaka. (1/9/2026).

Menurut Haerul, kebakaran tersebut mulai terdeteksi pada Selasa (1/9) sekitar pukul 15.05 Wita di kawasan Puncak Amorini, Desa Sanisani, Kecamatan Samaturu.

Haerul mengatakan hingga hari kedua, api masih berkobar di beberapa titik kawasan hutan yang berada di area tebing terjal. Kondisi medan tersebut menjadi kendala bagi tim gabungan dalam melakukan pemadaman.

Tim gabungan juga menghadapi keterbatasan akses karena kendaraan pemadam kebakaran dan tangki air BPBD tidak dapat menjangkau langsung titik api. Faktor keselamatan membuat personel tidak mendekati pusat api yang berada di medan ekstrem.

Sementara itu, berdasarkan laporan Kodim 1412/Kolaka, kebakaran juga dilaporkan terjadi di Dusun V Amorini, Desa Ulu Konaweha, Kecamatan Samaturu. Warga pertama kali melihat kepulan asap dari arah lahan perkebunan sekitar pukul 06.00 Wita.

Laporan tersebut kemudian diteruskan kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Sekitar pukul 06.30 Wita, Babinsa, Bhabinkamtibmas, kepala dusun, dan sejumlah warga bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman.

Proses pemadaman terkendala medan menuju titik api yang berbatu dan curam. Mobil pemadam kebakaran maupun kendaraan tangki air BPBD tidak dapat menjangkau lokasi sehingga pemadaman dilakukan secara manual menggunakan tangki punggung.

“Pemadaman dilakukan bersama-sama dengan masyarakat karena akses kendaraan pemadam kebakaran tidak dapat sampai ke lokasi. Personel terus melakukan pemantauan untuk memastikan kondisi di lokasi tetap aman,” ujar Babinsa Sertu Haeruddin, Selasa (1/9).

Dalam laporan awal Kodim 1412/Kolaka, kebakaran berdampak pada sekitar 6 hektare lahan milik Sumardin (46), warga Dusun V Amorini. Sekitar 50 pohon cengkeh turut terdampak.

Namun, berdasarkan pembaruan data BPBD Kolaka hingga Rabu (2/9), total area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 20 hektare. Rinciannya, 15 hektare perkebunan cengkeh milik masyarakat dan 5 hektare kawasan hutan.

Tim gabungan yang diterjunkan terdiri atas BPBD Kolaka, Damkar Kolaka, Polsek Samaturu, TNI/Polri, pemerintah Desa Sanisani, serta masyarakat setempat.

Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Post Views: 0

Read Entire Article
Rapat | | | |