Kendari – Sebanyak 40 warga Sulawesi Tenggara (Sultra) disiapkan untuk bekerja ke luar negeri melalui program SMK Go Global. Puluhan peserta tersebut mengikuti dua kelas pelatihan dengan tujuan penempatan di Turki, Arab Saudi, dan Malaysia. Bidang pekerjaan yang mereka latihkan adalah barista dan pekerja perkebunan sawit.
Para peserta yang mendaftar tidak dibatasi harus lulusan SMK, namun proyeksinya 2/3 adalah lulusan SMK, sisanya masyarakat umum.
Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sultra, La Ode Askar, mengatakan 40 peserta tersebut terbagi dalam dua kelas yang masing-masing berisi 20 orang.
Kelas pertama merupakan pelatihan barista yang diarahkan untuk penempatan kerja di Turki dan Arab Saudi. Pelatihan tersebut diselenggarakan oleh Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Kendari, bertempat di salah satu hotel di Kota kendari.
Sementara kelas kedua menyiapkan peserta menjadi plantation worker atau pekerja perkebunan kelapa sawit untuk penempatan di Malaysia. Pelatihan itu diselenggarakan UPTD Balai Latihan Kerja Daerah Sultra.
“Untuk saat ini kami masih bisa buka dua kelas, yakni kelas barista tujuan penempatan Turki dan Saudi Arabia dengan penyelenggara SMKN 3 Kendari. Kemudian kelas plantation worker atau pekerja kelapa sawit tujuan Malaysia dengan penyelenggara UPTD Balai Latihan Kerja Daerah Sultra,” kata Askar saat diwawancarai kendariinfo, Selasa (1/9/2026).
Askar menjelaskan peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan sesuai bidang pekerjaan. Mereka juga akan mendapat pelatihan bahasa sebagai bekal sebelum bekerja di negara tujuan.
Menurutnya, kemampuan teknis saja belum cukup bagi calon pekerja migran. Peserta perlu memiliki kemampuan berbahasa agar dapat berkomunikasi dan beradaptasi dengan lingkungan kerja di negara tujuan.
“Kalau mau ke luar negeri itu tidak cukup hanya pelatihan teknis saja, tetapi kemampuan bahasa juga,” ujarnya.
Sebelum peserta masuk dalam kelas pelatihan, BP3MI Sultra terlebih dahulu memastikan perusahaan tujuan kerja memiliki surat izin perekrutan, memastikan penyelenggara pelatihan di daerah, serta memastikan calon pekerja yang akan ditempatkan.
Askar mengatakan BP3MI Sultra masih melakukan pencocokan terhadap data pendaftar lainnya. Jika persyaratan dan kebutuhan penempatan telah sesuai, pihaknya akan kembali membuka kelas pelatihan baru.
Program SMK Go Global sendiri menjadi bagian dari program prioritas pemerintah untuk menyiapkan angkatan kerja Indonesia agar memiliki keterampilan dan kesiapan sebelum bekerja di luar negeri.
Askar menambahkan pemerintah menargetkan 500 ribu angkatan kerja dapat diproyeksikan bekerja ke luar negeri selama periode pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Khusus 2026, pemerintah menargetkan sekitar 40 ribu pekerja dari seluruh Indonesia.
Di Sultra, BP3MI telah membuka pendaftaran dalam dua gelombang. Gelombang pertama berlangsung pada 12 – 16 Agustus 2026, sedangkan gelombang kedua dibuka pada 18 – 22 Agustus 2026. Pada periode tersebut terdapat 480 pendaftar yang kemudian diseleksi lagi untuk bisa mengikuti pelatihan.
Post Views: 6

1 day ago
18















































