Ribuan Mahasiswa UHO Kendari Diajak Siapkan Diri Hadapi Tantangan Industri Energi

1 day ago 18

Kendari – Ribuan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari diajak mempersiapkan kompetensi untuk menghadapi kebutuhan industri energi masa depan melalui Energizing Talks-Youth Stage dalam rangkaian Roadshow Pertamina Goes to Campus (PGTC) 2026, Senin (7/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Auditorium H. E. A. Mokodompit UHO Kendari tersebut membahas perkembangan sektor energi, khususnya industri hulu minyak dan gas bumi (migas). Pertamina Hulu Energi (PHE) menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan praktisi, mahasiswa berprestasi, hingga pegiat lingkungan.

Assistant Manager RAM PT Pertamina EP Donggi & Matindok Field, Amirullah, mengatakan mahasiswa perlu memahami perkembangan industri hulu migas sekaligus mulai membangun kompetensi sejak masih berada di bangku kuliah.

“Banyak mahasiswa mungkin belum mengenal PT Pertamina Hulu Energi, ruang lingkup bisnisnya, serta perannya dalam industri energi Indonesia. Melalui perjalanan karier saya dari masa kuliah hingga menjadi Perwira Pertamina, penting bagi mahasiswa untuk memahami gambaran industri hulu migas, tantangan dan peluang yang ada, serta mulai mempersiapkan kompetensi dan karakter yang dibutuhkan oleh industri agar memiliki kesempatan berkarier di sektor energi,” ungkap Amirullah.

Menurutnya, kesiapan talenta muda menjadi salah satu faktor penting untuk menjawab tantangan sektor energi. Mahasiswa tidak hanya perlu memahami bidang akademik, tetapi juga membangun karakter dan kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Senior Manager External Communication & Stakeholder Relations PHE, Fitri Erika, turut menjelaskan peran industri hulu migas dalam kegiatan eksplorasi dan produksi minyak serta gas bumi. Ia juga mengenalkan sejumlah profesi dan kompetensi yang dibutuhkan dalam industri energi kepada mahasiswa.

Sementara itu, Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Unhas) sekaligus 3rd Runner Up Energy Debate Championship (EDC) PGTC 2025, Zahra Munadira, menilai pengalaman selama menjadi mahasiswa dapat menjadi modal untuk meningkatkan kapasitas diri.

“Pengalaman mengikuti Energy Debate Championship sangat membantu membangun kapasitas serta mengubah cara pandang saya terhadap sektor energi. Pengalaman selama menjadi mahasiswa adalah hal yang paling membentuk kapasitas dan kepercayaan diri, sehingga mahasiswa tidak perlu menunggu lulus untuk mulai membangun kapasitas diri dan memberikan kontribusi sesuai bidangnya sejak di bangku kuliah,” jelas Zahra.

Selain membahas peluang karier, kegiatan tersebut juga mengangkat peran generasi muda dalam membangun kesadaran terhadap penggunaan energi. Co-Founder Pandawara Group, Gilang Rahma, mengatakan media digital dapat menjadi sarana untuk membuat isu energi lebih mudah dipahami dan dekat dengan kehidupan anak muda.

“Media digital memiliki peran besar untuk membuat isu energi menjadi lebih dekat, relevan, dan mudah dipahami oleh generasi muda. Melalui pengalaman membangun gerakan sosial, komunikasi publik mampu mendorong masyarakat mengubah kebiasaan dan melakukan aksi nyata, di mana generasi muda dapat mulai menerapkan budaya bijak berenergi melalui langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Gilang.

Rangkaian PGTC 2026 di UHO Kendari juga memperkenalkan sejumlah kompetisi dan program yang dapat diikuti mahasiswa, yakni Energy Debate Championship (EDC), Energynovation Ideas Competition (EIC), serta program kewirausahaan Pertamuda Seed & Scale.

Selain itu, mahasiswa dapat mengikuti Business Talkshow dan mengunjungi pameran interaktif yang disediakan dalam kegiatan tersebut. Pertamina juga menghadirkan sesi bersama tim Human Capital PHE untuk memberikan gambaran mengenai dunia kerja dan peluang pengembangan karier.

Dalam kegiatan itu, panitia turut mengumumkan pemenang Video Competition PGTC-PHE. Kompetisi tersebut diikuti secara daring oleh 77 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Post Views: 18

Read Entire Article
Rapat | | | |