Desa Tanjung Tiram, Konsel Dipilih Jadi Titik Pantau Laut Berbasis Satelit

5 hours ago 5

Konawe Selatan – Badan Keamanan Laut (Bakamla) Republik Indonesia (RI) memilih Desa Tanjung Tiram, Kecamatan Moramo Utara, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra) sebagai lokasi pembangunan Stasiun Peringatan Dini (SPD) Zona Tengah berbasis satelit.

Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama oleh Wakil Bupati Konsel, Wahyu Ade Pratama Imran bersama Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Teguh Prasetyo, Jumat (11/9/2026).

Teguh Prasetyo mengatakan penentuan Tanjung Tiram sebagai lokasi SPD bukan tanpa pertimbangan. Bakamla menilai posisi wilayah tersebut sangat strategis dalam mendukung pemantauan perairan.

“Ini bukan asal-asalan, tetapi suatu hal yang penuh dengan perhitungan, strategi untuk menjaga kedaulatan, untuk memberikan informasi, untuk mendapatkan manfaat yang besar bagi masyarakat di sekitar,” kata Teguh.

Menurutnya, SPD akan menyediakan data terkini dan akurat mengenai kondisi perairan dengan dukungan teknologi satelit. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat maupun pemangku kepentingan yang beraktivitas di laut.

Ia menyebut nelayan, pengguna transportasi laut, hingga sektor pariwisata dapat memanfaatkan informasi yang dihasilkan dari sistem tersebut.

“SPD ini akan memberikan data yang up to date, update, dan akurat yang bisa dipertanggungjawabkan, karena menggunakan satelit,” ujarnya.

Teguh menuturkan pembangunan SPD Tanjung Tiram juga berkaitan dengan posisi Sultra yang berada di kawasan timur Indonesia dan menjadi bagian dari wilayah yang perlu mendapat perhatian dalam pengamanan perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) III.

Selain Tanjung Tiram, Bakamla RI tengah mengembangkan pembangunan SPD di sejumlah wilayah lain. Teguh menyebut terdapat 35 wilayah yang masuk dalam pengembangan stasiun tersebut.

Sementara itu, Wakil Bupati Konsel, Wahyu Ade Pratama Imran mengatakan keberadaan SPD penting bagi daerah yang memiliki wilayah pesisir yang luas.

Konsel memiliki sembilan kecamatan dan 93 desa yang berada di wilayah pesisir. Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat di laut menjadi bagian penting dari kehidupan dan perekonomian daerah.

“Laut bukan hanya ruang geografis yang memisahkan daratan dan wilayah lainnya, tetapi merupakan ruang kehidupan dan ruang ekonomi masyarakat Kabupaten Konsel,” tutur Wahyu.

Ia mengatakan wilayah perairan Konsel menghadapi sejumlah persoalan, seperti aktivitas penangkapan ikan yang tidak sesuai ketentuan, potensi pencemaran, pelanggaran wilayah, serta kegiatan ilegal lainnya.

Wahyu menilai keberadaan SPD dapat membantu pemerintah daerah memperoleh informasi mengenai kondisi perairan sekaligus memperkuat koordinasi pengamanan laut dengan Bakamla dan instansi terkait.

“Dengan adanya SPD di Kabupaten Konsel ini, insyaallah memberikan motivasi dan informasi kepada kami pemerintah daerah,” pungkasnya.

Post Views: 20

Read Entire Article
Rapat | | | |