Kendari – Revitalisasi tanggul Sungai Wanggu di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), bakal segera dikerjakan. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV Kendari telah meninjau langsung kondisi tanggul bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.
Peninjauan tersebut dilakukan pada Kamis (20/8/2026) untuk melihat kondisi tanggul dan aliran Sungai Wanggu yang selama ini menjadi salah satu kawasan rawan terdampak luapan air saat hujan deras.
Kondisi tanggul dan kapasitas aliran Sungai Wanggu menjadi perhatian pemerintah karena luapan air berpotensi terjadi ketika hujan turun dengan intensitas tinggi. Kondisi itu juga dapat berdampak terhadap masyarakat dan kawasan yang berada di sekitar bantaran sungai.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Amsarulah. Foto: La Ode Muhammad Ismail/ Kendariinfo. (7/9/2026).Dalam peninjauan tersebut, tim BWS Sulawesi IV Kendari bersama Pemkot Kendari melihat sejumlah titik yang dinilai membutuhkan penanganan. Pemeriksaan lapangan dilakukan untuk mengetahui kondisi eksisting sekaligus menjadi bahan dalam menentukan kebutuhan teknis revitalisasi.
Kepala Bidang Sumber Daya Air (SDA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kendari, Amsarulah, mengatakan pihak Kementerian PU saat ini tengah memasuki tahap running (proses) kontrak untuk pengerjaan revitalisasi Sungai Wanggu.
“Kalau yang saya dapat infonya pengerjaan revitalisasi Sungai Wanggu itu sekarang sudah mulai running kontraknya. Sudah mulai akan dikerja dari pihak kementerian sambil menunggu pembebasan lahan warga,” ungkapnya kepada Kendariinfo, Senin (7/9).
Amsarulah mengatakan dirinya belum mengetahui secara pasti panjang tanggul yang akan direvitalisasi. Hal itu karena pengerjaan proyek tersebut akan dilaksanakan oleh pihak kementerian.
Sementara itu, Pemkot Kendari akan berperan dalam mendukung kelancaran program, terutama dengan memberikan pemahaman kepada masyarakat yang terdampak pengerjaan.
“Jadi memang fokusnya kami di Pemerintah Kota Kendari adalah mensupport bagaimana program ini bisa terlaksana di sana. Bentuk support kami adalah dengan memberikan pemahaman kepada warga yang terdampak, supaya pekerjaan ini tidak mengalami kendala di lapangan,” ucapnya.
Ia berharap revitalisasi tanggul Sungai Wanggu dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mengurangi persoalan banjir yang selama ini terjadi di kawasan tersebut.
Sementara terkait pembebasan lahan, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan Sultra, Martin Effendi Patulak, mengatakan sekitar 30 kepala keluarga (KK) di kawasan yang terdampak pembangunan tanggul telah menyatakan kesediaan untuk melepaskan lahannya.
Menurut Martin, lahan yang akan dibebaskan berada sekitar empat meter dari bibir terluar sungai. Lahan tersebut nantinya digunakan untuk mendukung pembangunan tanggul pengendali banjir di Sungai Wanggu dan Sungai Lepolepo.
“Sekitar 30 kepala keluarga yang terdampak. Mereka sudah setuju semua, tinggal penentuan harganya,” kata Martin, Selasa (1/9).
Saat ini, Pemprov Sultra tengah menyiapkan proses penilaian terhadap lahan milik warga yang terdampak. Pemerintah akan melakukan verifikasi sebelum menandatangani kontrak dengan Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) untuk menentukan nilai tanah masing-masing pemilik.
Ada 30 KK Terdampak Pembebasan Lahan Sungai Wanggu, Pemprov Sultra Siapkan Rp2 Miliar
Post Views: 11

18 hours ago
9















































