Perayaan HAN ke-42 di Kendari Jadi Momentum Perkuat Perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak

1 day ago 14

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 dengan menggelar upacara di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 2 Kendari, Kamis (23/7/2026).

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran memimpin langsung upacara yang diikuti pelajar, guru, dan jajaran pemerintah daerah. Suasana makin semarak melalui penampilan tari tradisional, pertunjukan seni, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang ditampilkan para siswa.

Pada kesempatan itu, Siska juga mengukuhkan Forum Anak Kota Kendari periode 2026 – 2028 sebagai wadah partisipasi anak dalam menyampaikan aspirasi dan berkontribusi terhadap pembangunan daerah.

Penampilan bela diri Taekwondo oleh pelajar SMPN 2 Kendari pada momentum Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di SMPN 2 Kendari.Penampilan bela diri Taekwondo oleh pelajar SMPN 2 Kendari pada momentum Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 di SMPN 2 Kendari. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (23/7/2026).

Saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, Siska menyampaikan bahwa Peringatan HAN ini menjadi momentum nasional untuk mengampanyekan pemenuhan hak anak atas hak hidup, tumbuh, berkembang, berpartisipasi, serta memperoleh perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“HAN ke-42 tahun 2026 mengangkat tema ‘Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan’. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan penegasan bahwa setiap anak adalah pribadi yang berharga, dihormati, dan didengar pendapatnya. Anak bukan sekadar objek pembangunan, melainkan subjek pembangunan yang memiliki hak untuk berpartisipasi sesuai usia dan tingkat kematangannya,” kata Siska membacakan sambutan Menteri PPPA.

Ia melanjutkan, perlindungan anak merupakan tanggung jawab bersama. Menurutnya, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam mewujudkan lingkungan yang aman bagi anak.

“Perlindungan anak tidak dapat diwujudkan oleh pemerintah semata. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen bangsa, dimulai dari keluarga sebagai pelindung pertama dan utama, satuan pendidikan, masyarakat, dunia usaha, media massa, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, tokoh adat, akademisi, hingga pemerintah pusat dan daerah,” ujarnya.

Dalam sambutan tersebut juga ditegaskan agar seluruh pihak harus memastikan anak terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi, penelantaran, diskriminasi, perkawinan anak, pekerjaan anak, termasuk ancaman yang muncul di ruang digital. Anak juga didorong berani menyampaikan pendapat, saling mengingatkan, dan berpartisipasi menciptakan lingkungan yang aman sesuai usia dan kapasitasnya.

“Bangun masa depan mengandung pesan bahwa investasi terbaik bangsa bukan semata-mata pembangunan infrastruktur, melainkan pada setiap anak Indonesia. Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Siska juga menyampaikan peringatan HAN tahun ini diikuti anak-anak dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk anak yang memerlukan perlindungan khusus. Melalui tema dan subtema yang diusung, pemerintah berharap komitmen terhadap perlindungan dan pemenuhan hak anak makin kuat di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang.

“Semua ini bukan sekadar kampanye, tetapi gerakan bersama yang menghidupkan semangat gotong royong agar perlindungan anak menjadi budaya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tutupnya.

Post Views: 9

Read Entire Article
Rapat | | | |