Maskapai TransNusa Buka Rute Bali – Wakatobi, Wakil Gubernur Sultra Optimistis Kunjungan Wisatawan Meningkat

2 days ago 15

Wakatobi – Maskapai TransNusa resmi membuka rute penerbangan langsung Bali – Wakatobi menggunakan pesawat jet mulai 16 Juli 2026. Kehadiran rute baru tersebut diharapkan membuka akses yang lebih mudah bagi wisatawan domestik maupun mancanegara menuju Kabupaten Wakatobi, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata Sulawesi Tenggara (Sultra).

Penerbangan pulang pergi Denpasar (DPS) – Wakatobi (WNI) dijadwalkan beroperasi setiap Senin, Kamis, dan Minggu, menggunakan pesawat jet berkapasitas sekitar 95 penumpang.

Rute tersebut melengkapi layanan penerbangan Kendari – Wakatobi yang sebelumnya dioperasikan FlyJaya dengan pesawat ATR berkapasitas sekitar 75 penumpang. Dengan demikian, akses penerbangan menuju Wakatobi kini tersedia sekitar lima kali dalam sepekan.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua, mengatakan pembukaan rute penerbangan langsung dari Bali menjadi terobosan penting dalam mengatasi kendala akses transportasi yang selama ini menjadi tantangan pengembangan pariwisata Wakatobi.

“Pada 16 Juli 2026 telah dibuka penerbangan menggunakan pesawat jet TransNusa untuk rute Wakatobi – Bali pulang pergi. Ini menjadi langkah besar karena selama ini tantangan utama pengembangan pariwisata Wakatobi adalah akses transportasi,” kata Hugua, saat diwawancarai awak media di Kendari, Sabtu (18/7/2026) lalu.

Menurutnya, keberadaan rute tersebut memudahkan wisatawan dari berbagai daerah, khususnya Jakarta, karena dapat terhubung melalui Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke Wakatobi.

“Dengan dibukanya rute penerbangan dari Bali, akses menuju Wakatobi kini menjadi lebih mudah. Wisatawan dari Jakarta tidak lagi mengalami kendala karena tersedia berbagai pilihan jadwal penerbangan menuju Bali sebelum melanjutkan perjalanan ke Wakatobi. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pembukaan rute tersebut sejalan dengan upaya memperkuat posisi Wakatobi sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional yang memiliki potensi wisata bahari, budaya maritim, dan warisan budaya.

Hugua menyebut Wakatobi memiliki kekayaan terumbu karang kelas dunia. Dari sekitar 800 spesies karang yang telah teridentifikasi di dunia, sekitar 750 spesies berada di kawasan tersebut.

“Status Wakatobi sebagai taman nasional dan cagar biosfer UNESCO menjadi daya tarik yang sangat kuat. Dengan dibukanya rute dari Bali, akses menuju Wakatobi kini semakin mudah. Wisatawan dari Jakarta dapat terhubung melalui Bali dengan lebih banyak pilihan jadwal penerbangan sebelum melanjutkan perjalanan ke Wakatobi. Kami berharap konektivitas ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” katanya.

Hugua menilai peningkatan konektivitas udara tidak hanya berdampak pada Wakatobi, tetapi juga berpotensi menggerakkan kunjungan ke destinasi wisata lain di Sultra, seperti Keraton Buton, Liang Kabori di Kabupaten Muna, Rawa Opa, Pulau Padamarang di Kolaka Utara (Kolut), Pulau Labengki di Konawe Utara (Konut), Desa Wisata Sanisani, Kota Kendari, hingga kawasan hutan mangrove di Muna.

“Pengembangan Wakatobi akan menjadi motor penggerak pariwisata Sulawesi Tenggara. Karena itu saya mengajak seluruh pemerintah daerah, pelaku pariwisata, komunitas, dan masyarakat untuk bersama-sama memanfaatkan momentum ini agar seluruh destinasi di Sultra ikut berkembang,” tutupnya.

Post Views: 13

Read Entire Article
Rapat | | | |