Konawe – Seorang mahasiswa asal Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara (Sultra) bernama Rias Ramadhan menyuarakan kritik tajam terkait aktivitas eksplorasi dan eksploitasi sumber daya alam di Pulau Kabaena saat sesi dialog pelepasan Tim Ekspedisi Patriot (TEP) di Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Rias menyampaikan kritik itu saat berdialog dengan Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Rias secara terbuka menyampaikan pandangannya mengenai kondisi lingkungan di Pulau Kabaena.
“Sesuai regulasi yang diatur bahwa pulau-pulau kecil tidak boleh dilakukan eksplorasi eksploitasi terhadap sumber daya alam. Tetapi apa faktanya hingga hari ini? Pulau Kabaena dilakukan eksplorasi besar-besaran,” ujar Rias saat berdialog dengan AHY.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat menghadiri perayaan Partai Demokrat di Jakarta. Foto: Istimewa.(5/9/2026).Ia menyoroti adanya pertentangan mendasar antara aturan hukum dan fakta yang terjadi di lapangan. Bahkan, Rias tak ragu menilai penjelasan pemerintah terkait pengelolaan lingkungan dalam program-program tertentu belum mencerminkan realitas masyarakat setempat.
“Jadi semua penjelasan yang disampaikan, untuk tanggapan saya dan kacamata saya yang berada di wilayah Kabupaten Bombana, itu omong kosong saja menurut saya,” tegasnya.
Dalam kegiatan berbeda, AHY memberikan apresiasi tinggi terhadap keberanian dan kepedulian mahasiswa asal Bombana tersebut. Menurut AHY, sikap kritis seperti yang ditunjukan Rais sangat dibutuhkan untuk membangun bangsa.
“Saya justru senang mendengarnya. Generasi muda tidak boleh kita didik hanya untuk mengangguk,” kata AHY saat menghadiri perayaan Partai Demokrat di Jakarta, Sabtu (5/9).
AHY menekankan bahwa pemerintah, baik pusat maupun daerah, wajib membuka diri dan mendengarkan keluhan rakyat. Jika ditemukan adanya pelanggaran hukum maupun pencederaan terhadap hak-hak masyarakat, penegakan hukum harus dilakukan secara tegas tanpa tebang pilih.
AHY juga menyinggung pentingnya menjaga ruang hidup masyarakat lokal dari ekspansi industri. Ia mengingatkan bahwa dampak kerusakan lingkungan tidak bisa hanya diukur dengan angka.
“Bagi saya keadilan tidak mengenal statistik. Sebidang tanah mungkin terlihat kecil bagi sebuah perusahaan, tetapi bagi sebuah keluarga, tanah itu bisa berarti segala-galanya,” kata AHY.
Ia berharap generasi milenial dan generasi z terus berani menunjukkan masalah yang ada di lapangan sekaligus berperan aktif dalam mencari solusi bagi kemajuan daerah masing-masing.
Post Views: 17

6 hours ago
6















































