Desa Wapiapia Wakatobi Selangkah Lagi Raih Status Tsunami Ready UNESCO-IOC

2 days ago 26

Wakatobi – Desa Wapiapia, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjalani verifikasi lapangan dari tim UNESCO-IOC sebagai tahapan akhir menuju pengakuan internasional sebagai Tsunami Ready Community atau komunitas desa siap tsunami.

Verifikasi yang berlangsung pada 16 Juli 2026 lalu itu menjadi penentu kesiapan Desa Wapiapia dalam memenuhi standar internasional kesiapsiagaan menghadapi ancaman gempa bumi dan tsunami.

Fungsional PMG Ahli Madya BMKG Stasiun Geofisika Kendari, Imanuela Indah Pertiwi, mengatakan tim UNESCO-IOC memeriksa 12 indikator yang mencakup aspek penilaian, kesiapsiagaan, hingga respons masyarakat saat menghadapi potensi bencana.

“Verifikasi lapangan dilakukan untuk memastikan seluruh indikator tsunami Ready telah dipenuhi. Tidak hanya kesiapan dokumen, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam merespons ancaman gempa bumi dan tsunami,” kata Imanuela kepada Kendariinfo, Senin (20/7/2026).

Sehari sebelum verifikasi, masyarakat Desa Wapiapia bersama siswa SDN 1 Waha, SDN 2 Waha, dan SMKN 1 Wakatobi mengikuti simulasi gempa bumi dan tsunami secara mandiri. Kegiatan itu bertujuan menguji rantai komunikasi penyebaran informasi peringatan dini tsunami dari pemerintah daerah hingga ke masyarakat serta mengukur kecepatan evakuasi saat terjadi bencana.

Imanuela menjelaskan, pendampingan menuju Desa Tsunami Ready telah dimulai sejak 2024 melalui kolaborasi Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Institut Teknologi Bandung (ITB), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta BMKG melalui program Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami.

Menurutnya, Wakatobi menjadi salah satu wilayah yang perlu memperkuat kesiapsiagaan karena berada di kawasan dengan potensi tsunami yang cukup tinggi.

Secara tektonik, wilayah tersebut dipengaruhi keberadaan Flores Back Arc Thrust dan South Buru Fault yang berpotensi memicu gempa bumi disertai tsunami. Selain itu, aktivitas Sesar Hamilton juga dinilai dapat memicu gempa yang berpotensi menimbulkan longsoran bawah laut.

“Berdasarkan cerita masyarakat, Wakatobi juga pernah mengalami tsunami pada masa lalu. Karena itu, peningkatan kapasitas masyarakat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko ketika bencana benar-benar terjadi,” ujarnya.

Ia berharap pengakuan Tsunami Ready dari UNESCO-IOC tidak hanya meningkatkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, tetapi juga memperkuat kepercayaan wisatawan terhadap Wakatobi sebagai destinasi wisata bahari kelas dunia.

“Harapannya, Desa Wapiapia dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Wakatobi sehingga semakin banyak kawasan yang memenuhi standar internasional dalam kesiapsiagaan menghadapi ancaman tsunami,” tutupnya.

Post Views: 44

Read Entire Article
Rapat | | | |