Data Dukcapil, Sepanjang Tahun 2025 Ada 9.545 Warga Tinggalkan Kendari

12 hours ago 10

Kendari – Sebanyak 9.545 warga tercatat meninggalkan Kota Kendari melalui pengurusan perpindahan domisili. Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Sulawesi Tenggara (Sultra), jumlah tersebut menjadi yang tertinggi dari seluruh kabupaten dan kota di Sultra sepanjang tahun 2025.

Kepala Bidang Fasilitasi Pelayanan Administrasi Kependudukan Dukcapil Sultra, Muhammad Idris, mengatakan tingginya angka perpindahan penduduk dari Kendari menunjukkan mobilitas masyarakat di ibu kota provinsi berlangsung cukup tinggi. Menurutnya, perpindahan domisili dipengaruhi oleh sejumlah faktor, dengan alasan pendidikan menjadi yang paling dominan.

“Alasan yang paling banyak untuk pindah domisili adalah pendidikan, termasuk warga yang berpindah ke luar Sultra. Selain itu karena perkawinan dan pekerjaan,” kata Idris, Kamis (23/7/2026).

Data Dukcapil Sultra menunjukkan, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) menjadi daerah dengan jumlah penduduk pindah keluar terbanyak setelah Kota Kendari, yakni 6.609 jiwa. Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Konawe 6.497 jiwa, Kabupaten Muna 6.171 jiwa, Kabupaten Kolaka 5.790 jiwa, dan Kota Baubau 5.284 jiwa.

Selanjutnya, Kabupaten Buton Tengah (Buteng) 4.530 jiwa, Kabupaten Bombana 4.336 jiwa, Kabupaten Kolaka Utara (Kolut) 4.261 jiwa, Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) 4.251 jiwa, Kabupaten Buton Selatan (Busel) 3.355 jiwa, Kabupaten Buton 3.298 jiwa, Kabupaten Wakatobi 3.172 jiwa, Kabupaten Muna Barat (Mubar) 2.200 jiwa, Kabupaten Buton Utara (Butur) 2.172 jiwa, Kabupaten Konawe Utara (Konut) 1.992 jiwa, dan Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep) paling sedikit, yakni 1.246 jiwa.

Meski mencatat angka perpindahan keluar tertinggi, Kota Kendari juga menjadi daerah tujuan perpindahan penduduk terbesar di Sultra. Pada periode yang sama, 12.672 jiwa tercatat pindah masuk ke Kota Kendari, terdiri atas 6.406 laki-laki dan 6.266 perempuan.

Idris menjelaskan tingginya arus perpindahan keluar maupun masuk di Kota Kendari dipengaruhi peran kota tersebut sebagai pusat pemerintahan, pendidikan, perdagangan, layanan kesehatan, dan aktivitas ekonomi di Sultra. Kondisi itu membuat mobilitas penduduk di Kota Kendari lebih tinggi dibandingkan daerah lain.

Selain Kota Kendari, daerah dengan jumlah penduduk pindah masuk terbanyak adalah Kabupaten Kolaka 12.471 jiwa, Kabupaten Konsel 6.236 jiwa, Kabupaten Konawe 5.239 jiwa, Kota Baubau 3.804 jiwa, Kabupaten Muna 3.393 jiwa, Kabupaten Kolut 3.392 jiwa, Kabupaten Konut 3.365 jiwa, Kabupaten Buteng 3.200 jiwa, Kabupaten Bombana 3.067 jiwa, Kabupaten Mubar 2.863 jiwa, Kabupaten Busel 2.798 jiwa, Kabupaten Buton 2.516 jiwa, Kabupaten Koltim 2.495 jiwa, Kabupaten Wakatobi 1.810 jiwa, Kabupaten Butur 1.500 jiwa, dan Kabupaten Konkep 1.018 jiwa.

Idris menambahkan, masyarakat yang hendak mengurus perpindahan domisili cukup membawa Kartu Keluarga (KK) ke kantor Dukcapil di daerah asal untuk mengajukan surat keterangan pindah. Setelah tiba di daerah tujuan, KTP dan KK lama akan ditarik untuk diganti dengan dokumen kependudukan sesuai alamat yang baru.

Masyarakat yang ingin mengurus perpindahan domisili diimbau untuk melakukannya secara resmi agar data administrasi kependudukan tetap akurat. Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menyusun berbagai program pelayanan publik, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial, hingga perencanaan pembangunan di setiap daerah.

Post Views: 7

Read Entire Article
Rapat | | | |