2 Kali Kebakaran Lahan dalam Sehari, Damkarmat Wakatobi Padamkan Api Secara Manual

3 days ago 27

Wakatobi – Dalam sehari, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Wakatobi menangani sebanyak dua peristiwa kebakaran lahan yang terjadi di Pulau Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (18/7/2026).

Kebakaran pertama, terjadi di wilayah padang rumput yang berlokasi di Kelurahan Wandoka Selatan, Kecamatan Wangiwangi. Peristiwa itu dilaporkan oleh warga pada pukul 11.15 Wita.

Setibanya di lokasi pada pukul 11.23 Wita, petugas mendapati asap hitam mengepul menyertai api yang makin menyebar luas memakan lahan. Api baru bisa dipadamkan pada pukul 12.26 Wita.

Petugas Damkarmat Wakatobi saat melakukan pemadaman manual (swatter atau fire beater) pada lahan yang terbakar di Desa Komala, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi.Petugas Damkarmat Wakatobi saat melakukan pemadaman manual (swatter atau fire beater) pada lahan yang terbakar di Desa Komala, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Foto: Dok. Damkarmat Wakatobi. (18/7/2026).

Selanjutnya, kebakaran kedua juga menyasar padang rumput di Desa Komala, Kecamatan Wangiwangi Selatan. Laporan kali ini diterima petugas pada pukul 17.28 Wita. Saat tiba di lokasi pukul 17.41 Wita, kobaran api terlihat masih aktif menyambar rerumputan di sekitarnya. Kebakaran baru berhasil dipadamkan pada pukul 18.45 Wita.

Dari masing-masing kebakaran tersebut, Damkarmat Wakatobi mengerahkan satu unit mobil pemadam berkapasitas 3 ton. Proses pemadaman pada kedua lokasi itu juga dibantu oleh sejumlah masyarakat setempat.

Kepala Bidang (Kabid) Damkarmat Wakatobi, La Ode Muhammad Rahmat, mengatakan terdapat kendala saat pemadaman berlangsung. Pasalnya, ada titik nyala api yang tidak bisa dijangkau oleh mobil pemadam sehingga petugas melakukan pemadaman manual dengan metode pukul (swatter atau fire beater) menggunakan ranting atau bahan alam yang dijumpai di lokasi sekitar.

“Kendala saat pemadaman ialah ada titik kebakaran yang tidak bisa dijangkau unit sehingga pemadaman dilakukan secara manual. Untuk metode pemadamannya menggunakan nozel yang ada pada unit damkar, dan untuk titik yang tidak bisa dijangkau unit dilakukan pemadaman manual,” jelasnya kepada Kendariinfo, Minggu (19/7).

Belum diketahui penyebab pasti kebakaran tersebut. Damkarmat Wakatobi mengimbau agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sembarangan, terutama pada musim kemarau.

Jika tetap ingin membakar, diharapkan untuk membuat sekat (fire break) sebagai pembatas guna mencegah api menyebar ke area lain. Selain itu, diminta untuk tidak membuang benda yang berpotensi memicu kejadian serupa.

Post Views: 6

Read Entire Article
Rapat | | | |