Pembangunan Gedung SMA Unggul Garuda Konsel Capai 87 Persen, Siap Digunakan Tahun Ajaran Baru

1 day ago 8

Konawe Selatan – Pembangunan SMA Unggul Garuda di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra), terus dikebut menjelang dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Hingga 28 Juni 2026, progres pembangunan kawasan sekolah telah mencapai 61,933 persen, sementara gedung pembelajaran yang menjadi prioritas utama telah mencapai sekitar 87,58 persen.

Progres pembangunan tersebut ditinjau langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi, Rabu (1/7/2026). Dalam kunjungan itu, ia didampingi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, Bupati Konsel, Irham Kalenggo, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra, Aris Badara.

Dalam pemaparannya, pihak pelaksana proyek menjelaskan pembangunan kawasan sekolah meliputi gedung pembelajaran, asrama putra dan putri, rumah kepala sekolah, rumah dinas guru dan tenaga kependidikan, gedung multifungsi, kantin atau food court, fasilitas olahraga, hingga berbagai sarana penunjang lainnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, didampingi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, meninjau progres pembangunan SMA Unggul Garuda di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan.Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, didampingi Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, meninjau progres pembangunan SMA Unggul Garuda di Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Foto: Jufri/PPID Sultra. (1/7/2026).

Menteri Brian meminta seluruh proses pembangunan dapat diselesaikan tepat waktu dengan tetap mengutamakan aspek keamanan dan keselamatan siswa saat fasilitas mulai digunakan.

“Gedung sekolah menjadi fokus utama penyelesaian karena akan menjadi fasilitas pertama yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran. Progres pembangunan gedung sekolah telah mencapai sekitar 87,58 persen, dengan target penyelesaian struktural dan fungsional pada Juli 2026 sehingga ruang-ruang kelas dapat segera dimanfaatkan,” paparnya, Rabu (1/7).

Selain gedung pembelajaran, pembangunan fasilitas pendukung seperti kantin, dapur, asrama siswa, serta rumah dinas guru juga terus dipercepat agar seluruh fasilitas dapat difungsikan secara bertahap.

Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) juga menyiapkan skema pengamanan apabila masih terdapat pekerjaan konstruksi saat kegiatan belajar mengajar dimulai. Area operasional siswa akan dipisahkan dari area pekerjaan menggunakan pembatas dan jalur akses khusus guna menjamin keamanan dan keselamatan warga sekolah selama masa transisi penyelesaian pembangunan.

Di sisi lain, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, mengatakan kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten menjadi kunci dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas.

“Kolaborasi yang erat antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten adalah langkah strategis yang mutlak diperlukan. Melalui sinergi ini, kita dapat menciptakan ekosistem pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing tinggi,” ujarnya.

Sebanyak 307 siswa terbaik dari berbagai daerah di Indonesia telah dinyatakan lolos sebagai angkatan pertama SMA Unggul Garuda. Mobilisasi peserta didik dijadwalkan berlangsung pada 16 – 19 Juli 2026, sedangkan kegiatan belajar mengajar akan dimulai pada 20 Juli 2026.

Berdasarkan data pihak pelaksana proyek, pembangunan SMA Unggul Garuda ditargetkan rampung pada 27 September 2026. Setelah itu, proyek akan memasuki masa pemeliharaan mulai 28 September 2026 hingga 22 September 2027.

Saat ini terdapat empat SMA Unggul Garuda yang sedang dibangun di Indonesia, yakni di Bangka Belitung, Kalimantan Utara (Kaltara), Sultra, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Post Views: 12

Read Entire Article
Rapat | | | |