Dikbud Sultra Buka Jalur Pengisian Kursi Kosong bagi Siswa yang Gagal SPMB

11 hours ago 8

Kendari – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sulawesi Tenggara (Sultra) membuka peluang bagi calon peserta didik yang belum diterima di sekolah pilihannya pada Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Kesempatan itu diberikan melalui mekanisme pengisian kursi kosong di sekolah negeri yang kuotanya belum terpenuhi.

Tahapan tersebut akan dimulai setelah proses pendaftaran ulang peserta yang telah dinyatakan lolos pada seleksi tahap pertama selesai dilaksanakan.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dikbud Sultra, Aris Badara, mengatakan pendaftaran ulang berlangsung pada 6 – 8 Juli 2026. Selanjutnya, pada 9 Juli 2026 sekolah yang masih memiliki sisa kuota akan mengumumkan sekaligus membuka pengisian kursi kosong.

“Kebijakan ini kita siapkan agar daya tampung sekolah dapat dimanfaatkan secara optimal sekaligus memberikan kesempatan kepada siswa yang belum diterima pada seleksi awal. Orang tua dan calon siswa tidak perlu berkecil hati. Setelah pendaftaran ulang selesai, sekolah yang masih memiliki kuota akan membuka pengisian kursi kosong,” ujar Aris, Jumat (3/7/2026).

Aris menjelaskan, mekanisme pada tahap pengisian kursi kosong berbeda dengan proses seleksi sebelumnya. Jika pada tahap pertama pendaftaran dilakukan secara daring (online) untuk kebutuhan sinkronisasi data Dapodik, maka pada tahap ini pendaftaran dilakukan secara langsung (offline) di sekolah yang masih memiliki daya tampung.

Menurutnya, kebijakan tersebut juga menjadi solusi agar bangku sekolah negeri yang masih kosong dapat segera terisi dan tidak terbuang sia-sia.

“Pengisian kursi kosong dilakukan langsung di sekolah yang masih memiliki kuota sehingga prosesnya lebih mudah bagi masyarakat,” ujarnya.

Dikbud Sultra mencatat masih ada sejumlah sekolah, khususnya di Kota Kendari, yang belum memenuhi kuota penerimaan siswa baru. Kondisi itu dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari minimnya pemahaman masyarakat terhadap jalur pendaftaran hingga menurunnya jumlah penduduk usia sekolah di beberapa daerah.

Selain itu, hasil evaluasi pelaksanaan SPMB tahun ini juga menemukan sejumlah kendala teknis, seperti keterbatasan jaringan internet di beberapa wilayah, kesiapan operator sekolah yang belum merata, hingga masih dominannya peran orang tua dalam mengoperasikan aplikasi pendaftaran dibandingkan calon siswa.

Aris juga mengungkapkan sejumlah program keahlian di SMK, khususnya jurusan keteknikan, mengalami penurunan jumlah peminat. Meski calon peserta didik perempuan di SMK cukup mendominasi, jurusan teknik tidak menjadi pilihan mereka.

Peminat jurusan teknik di SMK masih didominasi siswa laki-laki, namun jumlah pendaftarnya tidak banyak.

“Akibatnya ada beberapa program keahlian teknik yang hanya menerima dua sampai tiga pendaftar,” ungkapnya.

Di Kota Kendari, beberapa SMA negeri yang masih memiliki kuota di antaranya SMAN 9 Kendari, SMAN 12 Kendari, SMAN 10 Kendari, SMAN 7 Kendari, dan SMAN 3 Kendari.

Aris berharap masyarakat dapat memanfaatkan kesempatan pengisian kursi kosong tersebut agar distribusi peserta didik di sekolah negeri menjadi lebih merata dan seluruh daya tampung yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Post Views: 1

Read Entire Article
Rapat | | | |