Kendari – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara di Lapangan Presisi Mapolda Sultra, Rabu (1/7/2026). Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Kapolda Sultra, Irjen Pol. Himawan Bayu Aji.
Peringatan HUT Bhayangkara tahun ini mengusung tema “Polri untuk Masyarakat”, sebagai wujud komitmen Polri untuk terus menghadirkan pelayanan, perlindungan, dan pengayoman yang terbaik bagi masyarakat.
Dalam amanatnya, Himawan menegaskan seluruh personel Polri harus terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas, mulai dari jajaran Polda Sultra hingga bhabinkamtibmas yang bertugas di desa.
“Polri dituntut untuk terus berbenah dan meningkatkan profesionalisme dalam setiap pelaksanaan tugas setiap anggota Polri, mulai dari tingkat Polda hingga bhabinkamtibmas di desa-desa,” ujarnya.
Ia juga meminta seluruh personel mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman, memiliki kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat, serta merespons setiap persoalan secara cepat dan tepat.
Menurutnya, seluruh tugas kepolisian harus dijalankan dengan menjunjung tinggi prinsip “Presisi”, yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.
Kapolda Himawan menilai Sultra sebagai daerah yang kaya akan sumber daya alam, potensi pariwisata, dan kemaritiman membutuhkan jaminan keamanan serta iklim investasi yang sehat. Namun di sisi lain, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diantisipasi, seperti konflik agraria, aksi unjuk rasa, kejahatan konvensional, hingga penyalahgunaan narkotika.
Selain itu, Himawan mengatakan Polri juga dihadapkan pada transformasi kejahatan yang kini tidak lagi mengenal batas wilayah. Perkembangan tindak pidana di ruang siber dan digital, kata dia, menuntut institusi kepolisian untuk makin adaptif dalam menjalankan tugas.
“Saat ini kita menghadapi transformasi kejahatan yang tidak lagi mengenal batas wilayah fisik. Ekspansi tindak pidana ke ruang siber dan digital menuntut Polri untuk makin adaptif,” katanya.
Untuk itu, ia meminta seluruh penyidik di lingkungan Polda Sultra maupun polres jajaran terus meningkatkan kapasitas yuridis serta memahami secara mendalam penerapan keadilan restoratif dalam penegakan hukum.
“Saya meminta seluruh jajaran penyidik di lingkungan Polda Sultra dan polres jajaran untuk terus meningkatkan kapasitas yuridis. Pahami dengan cermat filosofi keadilan restoratif, sehingga penegakan hukum di Sultra tidak hanya tajam dan berkepastian, tetapi juga memberikan kemanfaatan yang nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Himawan menambahkan, memasuki usia ke-80, Polri telah melalui berbagai dinamika dan tantangan. Ke depan, tantangan tersebut diperkirakan akan makin kompleks seiring perkembangan teknologi serta meningkatnya harapan masyarakat terhadap pelayanan kepolisian.
Karena itu, menurutnya, seluruh personel harus terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat sinergi dengan TNI, pemerintah daerah, lembaga penegak hukum, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
“Melewati semua tantangan itu, Polri membutuhkan sinergi dan kolaborasi yang sama kuat antara Polri dengan pemerintah, lembaga penegak hukum, TNI, tokoh agama, tokoh adat, dan seluruh masyarakat,” ujarnya.
Terakhir, ia berharap momentum HUT ke-80 Bhayangkara menjadi pengingat bagi seluruh jajaran Polda Sultra untuk terus berbenah, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa, negara dan masyarakat.
Post Views: 16

1 day ago
12













































