Baubau – Kisah haru datang dari Alif Syahputra (13), siswa SMPN 13 Baubau yang tetap mengikuti gerak jalan indah dalam rangkaian Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI) tingkat Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), meski ibunya meninggal dunia.
Bahkan, ambulans yang membawa jenazah ibunya sempat berpapasan dengan rombongan Alif di Kelurahan Kaisaibu, Kecamatan Sorawolio, Baubau, saat mereka dalam perjalanan menuju lokasi gerak jalan.
Pelatih gerak jalan Alif, Fanggi Labeda, mengatakan ibu Alif meninggal dunia di RSUD Palagimata pada Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 06.00 Wita. Jenazah kemudian dibawa pulang dari rumah sakit menuju kediaman keluarga di Kelurahan Gonda Baru, Kecamatan Sorawolio, Baubau.
Alif Syahputra (13), siswa SMPN 13 Baubau, berada di dalam mobil Dalmas Satpol PP bersama rombongan saat menuju lokasi gerak jalan. Foto: Istimewa. (12/8/2026).“Ibunya Alif meninggal di rumah sakit. Saat dipulangkan dari rumah sakit, mobil jenazah berpapasan di jalan dengan rombongan kami,” kata Fanggi saat dikonfirmasi Kendariinfo, Senin (17/8).
Alif mengetahui kabar duka tersebut, namun tetap memilih melanjutkan perjalanan bersama rekan-rekannya. Saat itu, Alif bersama rekan-rekannya menaiki mobil Dalmas Satpol PP menuju lokasi lomba.
“Kami dari Gonda Baru menuju ke Kota Baubau (lokasi perlombaan gerak jalan). Jadi berpapasan di jalan,” ujarnya.
Alif kemudian tetap mengikuti gerak jalan bersama regunya hingga kegiatan selesai. Sikap Alif yang tetap menjalankan tanggung jawabnya bersama regu tersebut kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Baubau.
Alif Syahputra (13), siswa SMPN 13 Baubau, saat mengikuti gerak jalan indah dalam rangkaian HUT ke-81 RI tingkat Kota Baubau, meski ibunya meninggal dunia. Foto: Istimewa. (12/8/2026).Wali Kota Baubau Yusran Fahim bahkan mengunjungi Alif di rumahnya pada Jumat (14/8). Yusran memberikan dukungan sekaligus mengapresiasi keteguhan hati dan rasa tanggung jawab Alif.
“Ini luar biasa, dalam kondisi seperti itu, dia masih punya semangat dan rasa tanggung jawab terhadap barisannya. Ini patut kita apresiasi,” kata Yusran, Jumat (14/8).
Menurut Yusran, keputusan Alif tetap mengikuti gerak jalan bukan berarti mengabaikan rasa dukanya. Ia menilai Alif menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar terhadap teman-temannya dalam satu regu.
“Ini menunjukkan rasa tanggung jawab yang besar terhadap teman-teman dalam barisannya,” tuturnya.
Sebagai bentuk perhatian, Pemkot Baubau akan membantu keberlanjutan pendidikan Alif. Yusran menginstruksikan agar Alif diusulkan mendapatkan bantuan beasiswa pendidikan melalui Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dispora) Kota Baubau.
“Harapan saya, anak-anak almarhumah tetap melanjutkan pendidikan. Pemerintah akan berupaya membantu melalui beasiswa pendidikan sehingga mereka tetap bisa sekolah dan mengejar cita-citanya,” ungkapnya.
Selain beasiswa, Pemkot Baubau juga akan mengupayakan bantuan sosial melalui program keluarga harapan (PKH). Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu Alif dan saudara-saudaranya yang kini kehilangan orang tua.
Yusran berharap kondisi duka yang dialami Alif dan keluarganya tidak membuat mereka berhenti menempuh pendidikan. Pemkot Baubau, kata dia, akan berupaya memberikan dukungan agar anak-anak almarhumah tetap memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
Sebagai bentuk penghargaan atas semangat dan keteladanan Alif, Pemkot Baubau juga mengundangnya menghadiri malam resepsi kenegaraan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Pantai Kamali pada Senin (17/8) malam.
Post Views: 18

15 hours ago
13















































