Kendari – Sejumlah warga di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mengaku menjadi korban dugaan penipuan tiket pesawat murah yang ditawarkan seorang master of ceremony (MC) kondang berinisial SF. Kasus itupun telah dilaporkan ke Polresta Kendari pada Jumat (14/8/2026).
Para korban mengaku percaya kepada SF karena sudah mengenal dan berteman dengan terduga pelaku. Mereka kemudian memesan tiket pesawat kepada SF dengan iming-iming harga lebih murah dari harga pasaran.
Salah satu korban berinisial MA mengaku mengalami kerugian sekitar Rp39 juta. Uang tersebut dibayarkan untuk tiket pesawat pulang-pergi.
“Dia ini memang kami kenal, jadi percaya. Saya pesan tiket ke dia karena dia menawarkan dengan harga murah. Karena kami kenal, ya kami percaya, ternyata dia tipu. Total kerugian saya itu Rp39 juta, itu tiket pulang-pergi,” kata MA saat dikonfirmasi Kendariinfo, Sabtu (15/8).
Korban lainnya, NI, mengaku kerugian dialami ibunya yang memesan sejumlah tiket untuk mengikuti perjalanan ke Yogyakarta. Total uang yang telah disetorkan mencapai sekitar Rp51 juta.
Menurut NI, ibunya memesan tiket beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan. Namun, hingga hari keberangkatan pada Kamis (13/8), tiket yang dijanjikan tak kunjung diberikan.
“Modusnya sama, dia tawarkan tiket murah karena kami kenal dan akrab. Dia juga MC, jadi memang orang ini terkenal. Ibu saya yang jadi korban. Total kerugian sekitar Rp51 juta. Ibu saya mau tour ke Jogja bersama teman-teman arisan. Sudah kita datangi rumah ibunya pelaku, tapi dia janji-janji mau kirim kode booking pesawatnya,” ujar dia.
Sementara korban lainnya berinisial H mengaku mengalami kerugian sekitar Rp14 juta. Uang tersebut diberikan untuk pembelian tiket perjalanan ke Jakarta dalam rangka menghadiri wisuda anaknya.
“Kalau saya total kerugian sekitar Rp14 juta, mau keberangkatan wisuda anak saya ke Jakarta. Modusnya sama, dia menawarkan tiket murah,” kata H.
H mengatakan dirinya sudah mengenal SF sekitar 10 tahun sehingga tidak menaruh curiga saat ditawari tiket dengan harga murah.
“Karena kami semua kenal dan berteman, saya sudah sekitar 10 tahun kenal dia. Dia bahkan menawarkan tiket beli satu gratis satu. Karena saya kenal, makanya saya percaya dia,” tuturnya.
Para korban mengaku baru menyadari adanya dugaan penipuan setelah tiket yang telah dibayar tidak kunjung diterima dan SF sulit dihubungi.
Terpisah, saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, nomor SF sudah tidak aktif dan pesan yang dikirim hanya menunjukkan satu centang.
Kasat Reskrim Polresta Kendari Kompol Welliwanto Malau saat dikonfirmasi Kendariinfo masih akan melakukan pengecekan terkait laporan tersebut.
“Masih dicek,” singkatnya.
Post Views: 11

8 hours ago
5
















































