Kendari – Riset Ecotheology yang dilakukan Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari menyoroti perilaku masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Filipina. Penelitian kolaboratif Indonesia-Filipina itu mengkaji hubungan nilai keagamaan, pendidikan, dan perilaku ekologis dalam kehidupan masyarakat.
Tim peneliti UIN Kendari melibatkan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UIN Kendari, Abdul Kadir dan Head of Global Partnership UIN Kendari, Muh. Kurniawan Keduanya bekerja sama dengan Lorna Yaco dari Department of Education, Benguet, Filipina.
Penelitian tersebut mengambil Filipina sebagai lokasi kajian untuk memperoleh pembanding dengan kondisi di Indonesia. Tim mengumpulkan data mengenai kebersihan lingkungan serta cara masyarakat dan lembaga pendidikan membentuk kebiasaan menjaga lingkungan.
Tim Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari saat melakukan penelitian soal perilaku menjaga lingkungan di Filipina. Foto: Istimewa.Abdul Kadir mengatakan persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan melalui pendekatan teknis. Menurut dia, perguruan tinggi keagamaan perlu menanamkan kepedulian lingkungan melalui pendidikan, nilai, kesadaran, dan keteladanan.
“Penelitian ini dapat menjadi refleksi bagi PTKI dan PTKIN di Indonesia. Bagaimana kita menjaga kebersihan dan lingkungan tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga perlu dibangun melalui nilai, kesadaran, pendidikan, dan keteladanan. Perguruan tinggi keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk budaya tersebut,” ujarnya kepada Kendariinfo, Kamis (13/8/2026).
Ia menjelaskan kampus dapat menjadi ruang pembelajaran mengenai tanggung jawab manusia terhadap lingkungan. Karena itu, hasil riset Ecotheology diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan budaya peduli lingkungan di perguruan tinggi keagamaan Islam.
Sementara itu, Muh. Kurniawan R. mengatakan keterlibatan peneliti dari Filipina memperluas sudut pandang dalam melihat persoalan lingkungan. Penelitian tersebut tidak hanya memotret kondisi kebersihan, tetapi juga mencari faktor yang memengaruhi perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan.
“Penelitian ini kami bangun sebagai kolaborasi yang berkelanjutan. Bukan hanya melihat kondisi lingkungan di Filipina, tetapi juga mencoba memahami faktor yang memengaruhi perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan. Dari sana, kita dapat melihat kemungkinan pengembangan penelitian yang lebih luas antara Indonesia dan Filipina,” jelas Kurniawan.
Tim kemudian mempresentasikan hasil awal penelitian di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Manila pada 24 Juli 2026. Dalam forum tersebut, tim memaparkan temuan awal mengenai kondisi kebersihan lingkungan dan perilaku masyarakat dalam menjaga lingkungan di Filipina.
Penelitian Ecotheology itu ditargetkan rampung pada 2026. Tim masih melanjutkan pengumpulan dan analisis data bersama mitra di Filipina untuk memperoleh hasil penelitian yang lebih menyeluruh.
Tim juga berencana mengembangkan kajian dengan membandingkan perilaku menjaga lingkungan pada kelompok Muslim dan non-Muslim. Kajian tersebut akan melihat kemungkinan hubungan latar belakang keagamaan dengan cara seseorang memahami dan menjalankan tanggung jawab terhadap lingkungan.
Selain penelitian, tim UIN Kendari menggelar presentasi dan diskusi dengan sejumlah lembaga pendidikan di Filipina. Beberapa di antaranya La Consolacion College Biñan, La Consolacion College Tanauan, Benguet State University, Cordillera Career Development College (CCDC), Benguet National High School, Ambiong Elementary School, dan Department of Education (DepEd) Benguet.
Pertemuan tersebut membahas peluang penelitian bersama, publikasi ilmiah, pengembangan jurnal, serta kerja sama di bidang pendidikan dan lingkungan.
UIN Kendari juga memperkuat jejaring kelembagaan dengan sejumlah institusi pendidikan di Filipina. LPPM UIN Kendari menandatangani nota kesepahaman dengan La Consolacion College Tanauan pada 21 Juli 2026 dan Cordillera Career Development College pada 23 Juli 2026.
Kerja sama tersebut mencakup penelitian kolaboratif, publikasi ilmiah, pengembangan jurnal, pelatihan akademik, program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), pembelajaran bahasa Tagalog, serta pertukaran dosen dan mahasiswa.
Post Views: 29

1 hour ago
2
















































