27 Ribu Keluarga di Kendari Tercatat Jadi Penerima Bantuan Cadangan Pangan Pemerintah 2026

14 hours ago 11

Kendari – Sebanyak 27.660 keluarga di Kota Kendari tercatat menjadi penerima bantuan cadangan pangan pemerintah (CPP) pada 2026. Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai menyalurkan bantuan tersebut dari Kecamatan Poasia, Abeli, dan Nambo, Kamis (13/8/2026).

Setiap keluarga penerima mendapatkan 10 kilogram beras per bulan untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Karena penyaluran tiga bulan dilakukan sekaligus, setiap keluarga menerima total 30 kilogram beras.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mengatakan bantuan pangan tersebut menyasar keluarga yang masuk dalam data terpadu nasional. Pemerintah menyalurkannya sebagai bentuk perlindungan sosial sekaligus untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat.

“Bantuan pangan ini dalam rangka memperkuat perlindungan sosial bagi warga kita yang kurang, sekaligus menjaga stabilitas pangan di Kota Kendari,” ujar Siska.

Penyaluran perdana mencakup 7.046 keluarga di tiga kecamatan. Kecamatan Poasia menjadi wilayah dengan penerima terbanyak, yakni 3.123 keluarga yang tersebar di lima kelurahan.

Sementara itu, Kecamatan Abeli memiliki 2.220 keluarga penerima yang tersebar di tujuh kelurahan. Adapun Kecamatan Nambo mencatat 1.703 keluarga penerima di enam kelurahan.

Siska menegaskan pemerintah menetapkan penerima bantuan berdasarkan data terpadu nasional. Ia meminta masyarakat tidak mengaitkan penetapan penerima dengan hubungan pribadi, pejabat, maupun kepentingan politik.

“Yang mendapatkan bantuan ini benar-benar yang membutuhkan, tanpa pengecualian. Tidak ada bilang ini orang dekat siapa, apalagi timnya anggota DPR. Semua memang diberikan kepada yang berhak,” tegasnya.

Proses pendistribusian CPP ini Perum Bulog sampai ke tingkat kelurahan sehingga masyarakat dapat mengambil bantuan di wilayah masing-masing.

Kepala Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra), Erdi Baskoro, mengatakan Bulog mendapat penugasan untuk menyalurkan bantuan pangan beras selama tiga bulan. Ia memastikan distribusi dilakukan sesuai jumlah penerima dan alokasi yang telah ditetapkan.

“Bulog siap mengawal, Bulog siap menyalurkan dan Bulog siap menyukseskan sehingga bantuan pangan tepat sasaran, tepat waktu, tepat kualitas dan tepat kuantum,” kata Erdi.

Bebernya jumlah penerima bantuan pangan di Sultra tahun ini meningkat dari sekitar 317 ribu menjadi 324 ribu penerima. Dari jumlah tersebut, sebanyak 27.660 keluarga berada di Kota Kendari.

Ia meminta pemerintah kecamatan, kelurahan, pendamping, petugas pelaksana, dan transporter memastikan penyaluran berjalan sesuai ketentuan.

Menurut Erdi, keberlanjutan bantuan pangan juga berkaitan dengan kemampuan Bulog menyerap gabah dan beras dari petani. Secara nasional, penyerapan gabah dan beras Bulog telah mencapai sekitar 3,85 juta ton dari target 4 juta ton.

Di Sultra sendiri, penyerapan gabah tercatat sekitar 160 ribu ton dari target 233 ribu ton. Bulog menargetkan realisasi tersebut terus bertambah hingga akhir 2026.

Post Views: 17

Read Entire Article
Rapat | | | |