Viral Kasatpol PP Sultra Ribut dengan Anggota, Berujung Kaca Kantor Pecah

8 hours ago 13

Kendari – Video yang memperlihatkan keributan antara Kepala Satuan Polisi (Kasatpol) Pamong Praja (PP) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Hamim Imbu, dengan seorang anggotanya berinisial AK viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Hamim terlihat emosi dan berusaha mendekati AK meski telah ditahan oleh sejumlah anggota Satpol PP lainnya. Di tengah keributan itu, Hamim juga terdengar melontarkan ancaman kepada AK.

“Saya kasih keluar ususmu,” ucap Hamim dalam video tersebut.

Keributan itu diketahui terjadi di Kantor Satpol PP Sultra pada Kamis (13/8/2026). Dalam insiden tersebut, sebuah kaca di kantor pecah.

AK saat dikonfirmasi awak media mengaku persoalan dengan atasannya bukan baru terjadi. Menurut AK, ketegangan tersebut telah berlangsung selama sekitar dua tahun.

“Saya sudah dua tahun seperti dianaktirikan di Pol PP Sultra. Tidak pernah diikutkan kegiatan apa pun terkait Pol PP,” ungkap AK, Jumat (14/8).

AK mengatakan keributan terbaru bermula saat dirinya hendak mengikuti kegiatan olahraga antar-organisasi perangkat daerah (OPD) dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

AK yang memiliki hobi bermain bulu tangkis kemudian memutuskan mengikuti pertandingan tersebut. Namun, sekitar lima menit sebelum pertandingan dimulai, ia mengaku dipanggil panitia dan diberitahu bahwa dirinya diminta didiskualifikasi karena tidak mendapatkan rekomendasi dari pimpinan Satpol PP Sultra.

“Panitia mengonfirmasi kembali ke beliau bahwa saya tidak bisa didiskualifikasi karena saya anggota Satpol PP dan PNS, serta kegiatan tersebut tidak memerlukan rekomendasi pimpinan,” tuturnya.

AK akhirnya tetap diperbolehkan bertanding. Namun, ia mengaku sudah kehilangan konsentrasi akibat persoalan tersebut. “Saya kaget dan terpukul. Walaupun tetap dimainkan, saya sudah tidak konsentrasi karena kepikiran terus,” tambahnya.

Setelah pertandingan, AK mendatangi Kantor Satpol PP Sultra dan kemudian ke Kantor Gubernur Sultra untuk meminta penjelasan dari Hamim Imbu.

AK sempat menonton pertandingan mini soccer antar-OPD di lokasi lain sebelum kembali ke Kantor Satpol PP Sultra. Saat tiba di kantor, ia melihat Hamim sedang duduk di teras ruangan bersama ajudan, sopir, istri, dan sejumlah jajarannya.

AK mengaku dalam kondisi emosi kemudian mengambil batu di halaman kantor dengan maksud melemparkannya ke lantai sebagai bentuk kekecewaan. Namun, batu tersebut justru mengenai kaca hingga pecah.

Situasi kemudian memanas saat AK mendatangi Hamim dan mempertanyakan sikap atasannya yang disebut kerap melakukan intimidasi terhadap dirinya. Adu mulut terjadi hingga sejumlah anggota Satpol PP berusaha menahan AK.

AK menyebut persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kegiatan olahraga. Ia juga mengaku haknya sebagai pegawai negeri sipil (PNS) merasa diabaikan.

Menurut AK, sejak Januari 2026 dirinya belum menerima kenaikan gaji berkala (KGB) karena berkas kelengkapannya disebut belum ditandatangani oleh Kasatpol PP Sultra.

“Persoalan ini sudah saya laporkan ke Inspektorat sesuai ketentuan ASN. Alhamdulillah, beliau dinyatakan bersalah dan diperintahkan untuk segera menandatangani berkas KGB saya,” katanya.

Meski demikian, AK mengeklaim perintah Inspektorat tersebut hingga kini belum dijalankan. “Puncak kekesalan saya adalah ketika kemarin dipermalukan di depan panitia seperti itu,” pungkasnya.

Kendariinfo telah berupaya mengonfirmasi Hamim Imbu melalui pesan WhatsApp terkait video viral dan pernyataan AK tersebut. Namun, hingga berita ini diterbitkan, Hamim belum memberikan respons.

Post Views: 0

Read Entire Article
Rapat | | | |