Rasmin Jaya Luncurkan Buku “Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi”, Mahasiswa Didorong Lebih Produktif Berkarya

21 hours ago 5

Kendari – Kesatuan Pemuda Mahasiswa Maperaha (KPMM) Muna Barat menggelar dialog publik yang dirangkaikan dengan peluncuran buku berjudul Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi karya Rasmin Jaya, di salah satu warkop di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sabtu (25/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya anggota DPRD Kota Kendari, L.M. Rajab Jinik, akademisi Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Halu Oleo (UHO), Zulzaman, penerbit Rumah Bunyi Kahar Mappasomba, serta penulis buku Rasmin Jaya.

Acara tersebut turut dihadiri Ketua Bawaslu Muna Barat Awaluddin Usa, Ketua DPP Bidang Koperasi Musrivind, pengurus DPC GMNI Kendari, serta kader KPMM. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mahasiswa dalam menyimak dan merespons materi yang disampaikan, baik dari narasumber maupun isi buku yang dibahas.

Dalam pemaparannya, Rajab Jinik mengapresiasi terobosan Rasmin Jaya yang mampu melahirkan karya di tengah tantangan era disrupsi. “Di tengah derasnya arus informasi, masih ada mahasiswa yang mampu menghadirkan karya dengan berbagai wacana dan implikasinya,” ujarnya.

Namun demikian, ia menilai budaya literasi di kalangan mahasiswa, khususnya minat membaca, saat ini mengalami tantangan serius akibat perkembangan globalisasi dan modernisasi.

Ia pun mendorong mahasiswa untuk kembali pada perannya sebagai agen perubahan dengan mengedepankan analisis yang tajam, objektif, dan komprehensif dalam melihat fenomena sosial politik.

“Mahasiswa tidak hanya cukup kuliah, tetapi juga harus memikirkan pascakampus, mau ke mana dan akan seperti apa. Karena itu, penting mengisi diri melalui organisasi sebagai bekal menghadapi tantangan ke depan,” tegasnya.

Sementara itu, Zulzaman menekankan pentingnya menjaga budaya literasi di tengah dinamika zaman. Menurutnya, setiap generasi memiliki tanggung jawab untuk melanjutkan sejarah dan cita-cita bangsa.

“Setiap zaman melahirkan generasinya dan setiap generasi melahirkan sejarahnya. Pertanyaannya, hari ini kita mau berbuat apa untuk bangsa dan daerah kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, buku merupakan jendela dunia yang menjadi pilar kemajuan peradaban. Karena itu, kebiasaan membaca dan menulis harus terus dijaga sebagai bekal intelektual di masa depan.

Di sisi lain, Kahar Mappasomba selaku penerbit mengapresiasi karya tersebut dan mendorong generasi muda untuk terus berkarya, tidak hanya melalui aksi di lapangan, tetapi juga melalui tulisan.

“Karya tulis bisa menjadi rujukan penting, bahkan bagi para pengambil kebijakan dalam merumuskan keputusan,” katanya.

Ia berharap ke depan akan lahir lebih banyak penulis muda yang mampu memperkuat budaya literasi.

Rasmin Jaya sebagai penulis menjelaskan, buku tersebut lahir dari proses panjang yang dimulai dari kebiasaan membaca, berdiskusi, hingga menulis.

“Kalau ingin dikenal dunia, maka menulislah. Tapi menulis bukan sekadar soal popularitas, melainkan bagaimana menyampaikan gagasan yang bisa memberi dampak positif,” ungkapnya.

Ia juga menyebut bahwa menulis dapat dipelajari secara otodidak, selama didukung dengan kebiasaan membaca dan keberanian menuangkan ide.

Menurutnya, proses menulis tidak hanya menjadi sarana menyampaikan gagasan, tetapi juga dapat menjadi terapi untuk menjaga kesehatan pikiran.

Rasmin menambahkan, isi buku tersebut merupakan refleksi kritis terhadap berbagai fenomena sosial yang terjadi, khususnya di Sultra, mulai dari isu kepemudaan, kepemiluan, pendidikan, hingga persoalan hukum dan sosial.

Ia berharap karya tersebut dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, akademisi, hingga pemangku kebijakan dalam memahami dan mencari solusi atas berbagai persoalan bangsa.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Muna Barat, Awaluddin Usa, yang juga memberikan testimoni dalam buku tersebut, menilai bahwa perubahan menuju Indonesia yang lebih baik membutuhkan kontribusi dari berbagai pihak.

“Buku ini menyajikan perspektif yang kompleks dan penting untuk dibaca sebagai sumber inspirasi dan pemahaman,” ujarnya.

Kegiatan ditutup dengan penyerahan buku secara simbolis dari penulis kepada para narasumber sebagai penutup rangkaian peluncuran.

Mantan Ketua GMNI Kendari Rasmin Jaya Terbitkan Buku, Transformasi dan Wacana di Era Disrupsi

Post Views: 10

Read Entire Article
Rapat | | | |