Sultra Diwacanakan Jadi “Gerbang Timur”, TNI AU Siapkan Pembangunan Skuadron Udara di Bumi Anoa

5 hours ago 2

Kendari – Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai dilirik sebagai titik kunci dalam peta pertahanan udara Indonesia. TNI Angkatan Udara (AU) telah mewacanakan penyiapan pembangunan skuadron udara di wilayah ini, dengan Pangkalan Udara (Lanud) Haluoleo sebagai lokasi yang diproyeksikan menampung kekuatan tempur tersebut.

Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI, M. Tonny Harjono, menyebut pemilihan Sultra bukan tanpa alasan. Secara geografis, wilayah ini memiliki posisi strategis yang dinilai mampu menjadi penghubung sekaligus pengendali akses menuju kawasan timur Indonesia.

“Sultra ini sangat strategis bagi angkatan udara. Bisa diibaratkan sebagai gerbang menuju Indonesia Timur,” ungkapnya usai kegiatan Semarak Dirgantara di Eks MTQ Kendari, Senin (27/4/2026).

Rencana pembangunan skuadron ini menjadi bagian dari penguatan sistem pertahanan udara nasional yang saat ini tengah diarahkan pada modernisasi alutsista. TNI AU juga sedang menyiapkan pengadaan pesawat tempur berteknologi terbaru untuk memperkuat armada yang akan ditempatkan di berbagai wilayah, termasuk Sultra.

Meski demikian, proses pembangunan skuadron di Lanud Haluoleo masih berada pada tahap pembahasan. Termasuk penentuan jenis pesawat tempur yang akan ditempatkan serta kesiapan infrastruktur pendukung di wilayah tersebut.

Tak hanya menghadirkan kekuatan tempur, TNI AU juga merancang penguatan satuan pendukung di Sultra. Pasukan Gerak Cepat (Pasgat) akan diperkuat, disertai penambahan jumlah personel guna menunjang kesiapan operasional di kawasan ini.

Menariknya, pengembangan ini turut membuka ruang bagi putra-putri daerah untuk terlibat langsung dalam sistem pertahanan negara. Mereka akan direkrut, menjalani pendidikan militer, lalu kembali bertugas di daerah asal.

“Kami ingin satuan tempur ini semakin lengkap, personelnya bertambah, dan masyarakat lokal bisa ambil bagian melalui pengabdian di TNI AU,” jelas Tonny.

Di sisi lain, Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, melihat rencana ini sebagai peluang besar bagi daerah. Selain memperkuat sektor pertahanan, pengembangan Lanud Haluoleo dinilai dapat mendorong konektivitas Sultra dengan wilayah lain, bahkan hingga ke tingkat internasional.

Ia menyebut pemerintah daerah tengah mendorong agar pengembangan pangkalan udara tersebut bisa ditingkatkan statusnya menjadi bertaraf internasional, sehingga membuka akses yang lebih luas bagi mobilitas dan pertumbuhan daerah.

“Pengembangan pangkalan TNI AU ini juga kita dorong agar bisa berstatus internasional, sehingga Sultra memiliki akses yang lebih terbuka ke dunia luar,” ujarnya.

Menurutnya, langkah ini tidak hanya berdampak pada keamanan wilayah, tetapi juga menghadirkan peluang baru di berbagai sektor, termasuk bagi generasi muda yang ingin berkarier di dunia militer.

Ia pun menyampaikan apresiasi atas kepercayaan pemerintah pusat dan TNI AU yang menjadikan Sultra sebagai bagian dari penguatan pertahanan udara nasional.

“Ini kebanggaan bagi masyarakat Sultra. Kolaborasi ini menunjukkan perhatian besar terhadap daerah sekaligus membuka peluang kemajuan di berbagai sektor,” tutupnya.

Post Views: 37

Read Entire Article
Rapat | | | |