Pelajar asal Buton Juara Nasional, Wa Ode Andita Tembus Podium Hydroplus Sirnas 2026

1 day ago 8

Kendari – Prestasi membanggakan ditorehkan pelajar asal Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara (Sultra), Wa Ode Andita Julianti. Remaja berusia 16 tahun itu sukses mengharumkan nama daerah di tingkat nasional setelah meraih juara 1 pada ajang Hydroplus Sirnas A Jawa Timur 2026 pada 13 – 18 April 2026.

Hydroplus Sirnas 2026 merupakan rangkaian kejuaraan bulu tangkis tingkat nasional yang diselenggarakan oleh Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI).

Andita yang berasal dari Desa Ambuau Indah, Kecamatan Lasalimu Selatan, saat ini tercatat sebagai siswi kelas 1 di SMK 3 Buton. Perjalanan menuju podium juara bukanlah hal instan. Ia mengaku telah mengenal dan menekuni bulu tangkis sejak usia 7 tahun.

Wa Ode Andita (podium 1) saat menjuarai Hydroplus Sirnas 2026 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim).Wa Ode Andita (podium 1) saat menjuarai Hydroplus Sirnas 2026 di Surabaya, Jawa Timur (Jatim). Foto: Istimewa.

“Awalnya saya tertarik karena papa juga hobi bulu tangkis. Waktu itu beliau bahkan membuatkan lapangan di pekarangan rumah supaya saya bisa latihan setiap hari dan punya peluang jadi atlet ke depannya,” ujarnya kepada Kendariinfo, Sabtu (25/4/2026).

Keseriusannya menekuni olahraga ini terus berlanjut hingga ia menjalani latihan intensif, termasuk persiapan ketat dalam tiga pekan terakhir sebelum turnamen. Disiplin dan kerja keras menjadi kunci hingga akhirnya ia mampu tampil maksimal di ajang nasional tersebut.

Dalam kompetisi, Andita mengakui harus menghadapi lawan-lawan tangguh. Namun ia berhasil melewati setiap pertandingan hingga keluar sebagai juara.

“Lawannya cukup berat, tapi alhamdulillah saya bisa mengatasinya dan memenangkan Hydroplus Sirnas A Jawa Timur 2026,” lanjutnya.

Momen kemenangan menjadi pengalaman emosional bagi Andita. Ia menyebut perasaannya campur aduk antara lega dan bangga, terlebih karena mampu memenuhi target yang diharapkan orang tua dan pelatihnya.

“Rasanya lega sekali, karena target orang tua dan pelatih tercapai. Saya juga bangga dengan diri saya sendiri,” tambahnya.

Dalam perjalanannya, dukungan keluarga dan pelatih menjadi faktor penting. Ia menuturkan, orang tua telah banyak berkorban, sementara pelatih berperan besar dalam membentuk kemampuannya, baik di dalam maupun di luar lapangan.

Meski masih berstatus pelajar, Andita tetap mampu membagi waktu antara pendidikan dan latihan. Ia menjalani sekolah di Buton, sementara latihan rutin dilakukan di Bekasi dengan sistem izin dari pihak sekolah.

“Kalau ada jadwal ulangan, saya kembali ke Buton. Jadi tetap menyesuaikan antara sekolah dan latihan,” jelasnya.

Untuk mencapai prestasi tersebut, ia juga harus menghadapi berbagai pengorbanan, mulai dari jauh dari keluarga hingga kehilangan waktu bermain seperti remaja seusianya.

Ke depan, Andita menargetkan bisa melangkah lebih jauh dengan lolos ke seleksi nasional (seleknas). Ia pun memberikan pesan kepada pelajar lain di Buton dan Sultra agar tidak ragu untuk bermimpi besar.

“Jangan minder cuma karena kita dari daerah. Fasilitas boleh kalah, tapi kemauan tidak boleh kalah. Minta restu orang tua, jaga ibadah, dan latihan disiplin. Kalau saya bisa, kalian juga pasti bisa,” tutupnya.

Post Views: 21

Read Entire Article
Rapat | | | |