Bawa Kue Ulang Tahun, Pemuda Konsel Suarakan Jalan Rusak di Momentum HUT ke-62 Sultra

7 hours ago 2

Konawe Selatan – Di tengah ramainya ucapan selamat Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Sulawesi Tenggara (Sultra) dari berbagai pihak, seorang pemuda asal Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), justru menyampaikan pesan yang dikemas dalam bentuk keprihatinan.

Pemuda itu bernama Rijal. Ia mengenakan pakaian Bugis sambil membawa kue ulang tahun. Namun, kue tersebut bukan sebagai simbol perayaan hari kebahagiaan, melainkan ironi atas pembangunan, khususnya infrastruktur jalan.

Rijal menyoroti sejumlah badan jalan rusak di Kecamatan Lalembuu, tepatnya di Desa Tombeleu, Desa Atari Jaya, dan Kelurahan Atari Indah. Jalan poros di wilayah itu dikabarkan licin dan tergenang air saat hujan, berlubang, serta memiliki permukaan berbatu dan tidak rata yang dinilai membahayakan pengguna jalan.

Kondisi jalan rusak di Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra).Kondisi jalan rusak di Kecamatan Lalembuu, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa. (26/4/2026).

Pesta ulang tahun provinsi yang dikemas dengan anggaran tidak sedikit terlihat kontras dengan buruknya akses utama yang menjadi urat nadi mata pencaharian masyarakat, layanan kesehatan, serta lalu lintas anak-anak sekolah.

“Jalan poros Sultra, Desa Tombeleu, Desa Atari Jaya, Kelurahan Atari Indah, yang menjadi jalan sangat berbahaya bagi pengguna jalan, karena gotnya sudah pindah di tengah jalan dan anak-anak sekolah setiap hari melewati jalan ini yang berlubang,” ujarnya kepada Kendariinfo, Minggu (26/4/2026).

Rijal turut menyampaikan keprihatinan atas wilayah tempat tinggalnya yang mampu berkontribusi besar pada sektor pangan yang justru belum memperoleh infrastruktur memadai. Kebanggaan atas status lumbung pangan yang dibanggakan dinilai tidak diikuti perhatian nyata terhadap akses utama warga setempat.

“Kami adalah salah satu lumbung padi terbesar di Konsel, bagian dari program besar lumbung pangan yang dibanggakan itu. Namun, ironinya hasil panen kami justru melewati jalan rusak yang tidak pernah dianggap penting,” ungkapnya.

Pada momentum HUT Sultra kali ini, Rijal menekankan bahwa warga tidak menginginkan kemegahan panggung seremoni, melainkan realisasi keadilan pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra yang benar-benar dibutuhkan masyarakat. Ia meminta agar kondisi jalan yang rusak selama 42 tahun itu dapat secepatnya diperbaiki.

“Di usia ke-62 ini kami tidak minta panggung, kami hanya menuntut keadilan. Perbaiki jalan kami karena bagi kami pembangunan bukan tentang seremoni, tapi tentang rakyat yang benar-benar diperhatikan. 42 tahun mereka tutup mata. Lucunya, giliran pajak, telinga kalian tajam. Telat sehari didenda. Minta hak kencang, giliran kebutuhan rakyat, pura-pura tuli,” tegasnya.

Post Views: 54

Read Entire Article
Rapat | | | |