Kendari – Syafira Dhaniarti Az-Zahrah awalnya hanya menjadi cadangan pembawa baki Paskibraka Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026. Namun, hanya sekitar satu pekan sebelum upacara Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia (RI), siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 4 Baubau itu mendapat kepercayaan menjadi pembawa baki pada upacara kemerdekaan, di Halaman Kantor Gubernur Sultra, Senin (17/8/2026).
Perubahan posisi tersebut membuat Syafira harus mempersiapkan diri lebih matang dalam waktu singkat. Sebelumnya, ia bersama anggota paskibraka lainnya menjalani latihan selama tiga pekan untuk mempersiapkan pelaksanaan pengibaran Sang Merah Putih.
Salah satu latihan yang harus dijalani Syafira ialah membawa baki sambil mengelilingi Kantor Gubernur Sultra. Latihan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena ia harus membiasakan gerakan dan menjaga baki tetap stabil saat berjalan.
“Tantangan yang saya hadapi cukup sulit, seperti latihan sambil membawa baki mengitari Kantor Gubernur Sultra. Proses latihan yang kami jalani selama tiga minggu,” kata Syafira.
Kerja keras itu akhirnya terbayar saat Syafira berdiri sebagai pembawa baki Pasukan A pada upacara pengibaran bendera. Ia menjadi perwakilan pertama dari SMAN 4 Baubau yang mendapat kepercayaan tersebut.
“Saya sangat bangga bisa terpilih sebagai pembawa baki untuk penaikan bendera Merah Putih pada HUT ke-81 RI di Sultra. Saya sangat bangga kepada diri saya karena bisa sampai di titik ini,” ujarnya.
Setelah menuntaskan tugasnya, Syafira tidak ingin pencapaian tersebut berhenti sebagai pengalaman menjadi paskibraka. Ia memiliki cita-cita melanjutkan pendidikan ke Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri (STPDN).
Syafira juga menyampaikan terima kasih kepada guru dan pihak sekolah yang selama ini memberikan bimbingan hingga dirinya mampu menjalankan tugas tersebut.
“Terima kasih, Bu, atas bimbingan dan arahannya selama ini. Saya juga berterima kasih kepada pihak sekolah yang telah mengarahkan saya bisa sampai di detik ini,” ucapnya.
Syafira Dhaniarti Az-Zahrah adalah siswi kelas XI SMAN 4 Baubau. Ia merupakan anak kedua dari empat bersaudara pasangan Arfan Setiawan dan Irawati. Ayahnya bekerja sebagai PNS, sedangkan ibunya berprofesi sebagai guru.
Bagi keluarganya, terpilihnya Syafira sebagai pembawa baki menjadi pencapaian yang membanggakan. Arfan mengatakan pengalaman tersebut diharapkan dapat membentuk kedisiplinan sekaligus menjadi bekal bagi putrinya untuk meraih cita-cita.
“Kami sebagai orang tua tentunya cukup bangga karena di antara banyaknya peserta, anak kami terpilih menjadi pembawa baki. Kami berharap pencapaian ini bisa menjadi motivasi untuk ananda dalam meningkatkan disiplin dan peningkatan karier ke depannya,” tutur Arfan.
Dalam Pasukan A, Syafira bertugas bersama Elliot Nafisa Audi dari SMAN 1 Kolaka sebagai cadangan pembawa baki. Muhammad Faiz Sadik Aljufri dari SMAN 1 Kendari bertugas sebagai komandan Kelompok 8, Andika Pernanda dari SMAN 2 Konawe Selatan (Konsel) sebagai pembentang bendera, dan April Florenziano Singkai dari SMAN 1 Lasolo bertugas sebagai pengerek bendera.
HUT ke-81 RI, Paskibraka Sultra Tuntaskan Tugas Pengibaran Sang Merah Putih di Kantor Gubernur
Post Views: 38

1 day ago
10















































