Kendari – Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Kota Kendari menggelar muyawarah kota (muskot) di Claro Hotel Kendari, Sabtu (4/7/2026). Forum tersebut membahas evaluasi kepengurusan sebelumnya, penyusunan program kerja, sekaligus pemilihan pengurus baru untuk memperkuat pembinaan atlet menghadapi berbagai agenda olahraga.
Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kendari, LM Rajab Jinik, mengatakan kepengurusan yang terbentuk melalui musyawarah diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet sehingga prestasi gateball Kota Kendari terus meningkat.
Menurutnya, legalitas kepengurusan menjadi hal penting karena berkaitan dengan pembinaan atlet, penyusunan program kerja, hingga dukungan anggaran dari pemerintah daerah.
“Kami telah meminta seluruh cabang olahraga yang masa kepengurusannya berakhir agar segera melaksanakan musyawarah. Ini menjadi bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi Sulawesi Tenggara yang direncanakan berlangsung pada November nanti,” katanya.
Rajab menegaskan, keputusan dalam muskot sepenuhnya menjadi kewenangan klub sebagai pemegang hak suara. Karena itu, seluruh proses organisasi harus berjalan sesuai ketentuan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Ia mengungkapkan, KONI sebelumnya sempat menerima surat dari pengurus Pergatsi Kota Kendari yang dinilai belum melalui proses yang tepat. Namun, setelah menerima masukan dari klub-klub anggota, surat tersebut ditarik kembali.
“Kami bertanggung jawab memastikan organisasi berjalan sesuai aturan. Apalagi organisasi olahraga juga berkaitan dengan penggunaan anggaran pemerintah daerah,” ujarnya.
Rajab mengakui komunikasi antara KONI dan Pergatsi Kota Kendari selama ini belum berjalan optimal. Meski demikian, kehadiran KONI dalam muskot menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan organisasi sekaligus keberlanjutan pembinaan atlet.
“Kalau kami menilai musyawarah ini bermasalah, tentu kami tidak akan hadir. Kehadiran kami menunjukkan bahwa proses organisasi ini berjalan sesuai mekanisme,” lanjutnya.
Ia meminta panitia segera menyampaikan seluruh dokumen hasil musyawarah kepada Pengurus Provinsi Pergatsi Sulawesi Tenggara (Sultra) untuk diproses sesuai ketentuan organisasi. Apabila hasil musyawarah tidak mendapat pengakuan di tingkat provinsi, KONI Kota Kendari siap menyampaikan persoalan tersebut kepada Pengurus Besar Pergatsi.
Rajab berharap kepengurusan baru mampu membawa Pergatsi Kota Kendari semakin berprestasi dan melahirkan atlet yang dapat mengharumkan nama Kota Kendari, Sultra, hingga Indonesia.
Sementara itu, Ketua Panitia Muskot Pergatsi Kota Kendari, Nittoni Eryck Starda, mengatakan pelaksanaan musyawarah merupakan amanat organisasi yang mengacu pada AD/ART Pergatsi serta keputusan rapat pengurus.
Selain itu, pelaksanaan muskot juga didasarkan pada rekomendasi KONI Kota Kendari sebagai bagian dari proses pembentukan kepengurusan baru.
Ia menjelaskan, forum tersebut bertujuan mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja periode berikutnya, serta memilih pengurus Pergatsi Kota Kendari untuk masa bakti selanjutnya.
“Peserta musyawarah berasal dari pengurus dan klub gateball di Kota Kendari. Dari sejumlah klub yang ada, sebanyak 15 klub yang telah terdaftar secara de facto pada kepengurusan sebelumnya mengikuti Musyawarah Kota,” katanya.
Eryck turut menyampaikan apresiasi kepada KONI Kota Kendari, Dispora Kota Kendari, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga pelaksanaan Muskot Pergatsi Kota Kendari dapat berlangsung dengan lancar.
Post Views: 7

3 hours ago
10













































