SMAN 1 Kendari Terima Bantuan Laboratorium Rp100 Juta, Siap Jadi Percontohan STEM di Sultra

1 day ago 15

Kendari – Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari menerima bantuan pengembangan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) senilai Rp100 juta dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) pada tahun pelajaran 2026/2027. Sekolah ini menjadi satu dari 100 SMA di Indonesia sekaligus satu dari tiga sekolah di Sulawesi Tenggara (Sultra) yang lolos seleksi nasional penerima bantuan tersebut.

Kepala SMAN 1 Kendari, Ruslan, mengatakan bantuan itu akan digunakan untuk melengkapi fasilitas laboratorium fisika, kimia, dan biologi, sekaligus mendukung pengembangan pembelajaran berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) yang menjadi salah satu program prioritas Kemendikdasmen.

“Alhamdulillah, SMAN 1 Kendari dipercaya menjadi salah satu penerima bantuan laboratorium IPA dari Kemendikdasmen. Dari seluruh Indonesia hanya ada 100 sekolah yang menerima bantuan ini, sedangkan di Sultra hanya tiga sekolah yang lolos,” katanya kepada awak media, Rabu (1/7/2026).

Menurut Ruslan, keberhasilan tersebut menunjukkan kesiapan SMAN 1 Kendari dalam mengembangkan pembelajaran berbasis praktik dan inovasi. Selain memperkuat laboratorium IPA yang sudah tersedia, sekolah juga akan membangun fasilitas pendukung praktikum STEM sebagai bagian dari penerapan pembelajaran mendalam (deep learning).

Ia menjelaskan, pembelajaran STEM tidak hanya berfokus pada penguasaan teori, tetapi juga membentuk kemampuan peserta didik dalam berpikir kritis, memecahkan persoalan, bekerja sama, serta menghasilkan inovasi melalui kegiatan praktikum.

“Kami tidak hanya mengembangkan laboratorium fisika, kimia, dan biologi, tetapi juga praktikum STEM. Sebagai sekolah model, kami berkewajiban menjadi contoh dalam penerapan pembelajaran berbasis STEM,” ujarnya.

Ruslan mengungkapkan, kesiapan sekolah menjalankan program tersebut turut didukung peningkatan kompetensi tenaga pendidik. Sejak 2025, sejumlah guru telah mengikuti pelatihan STEM dan pemanfaatan laboratorium IPA yang diselenggarakan Kemendikdasmen.

“Guru-guru kami sudah mendapatkan pelatihan STEM maupun pelatihan pemanfaatan laboratorium IPA. Karena itu kami optimistis program ini dapat berjalan maksimal pada tahun pelajaran baru,” lanjutnya.

Ia menambahkan, bantuan laboratorium tersebut diperoleh melalui seleksi proposal secara nasional. Seluruh sekolah memiliki kesempatan mengajukan usulan, tetapi hanya sekolah yang memenuhi persyaratan dan indikator penilaian dari Kemendikdasmen yang ditetapkan sebagai penerima bantuan.

Menurutnya, status SMAN 1 Kendari sebagai sekolah model menjadi salah satu nilai tambah, namun kualitas proposal, kesiapan sarana, serta komitmen dalam mengembangkan pembelajaran menjadi faktor utama dalam proses seleksi.

Ruslan berharap keberadaan laboratorium baru mampu menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif dan berbasis praktik. Ia juga meyakini peningkatan fasilitas tersebut akan memperkuat kualitas pendidikan sekaligus menambah daya tarik SMAN 1 Kendari bagi calon peserta didik pada tahun ajaran baru.

Post Views: 16

Read Entire Article
Rapat | | | |