Kendari – Sebanyak 216 pesilat muda mengikuti Jambore Perguruan Pencak Silat Nasional (Persinas) ASAD Kendari yang dilaksanakan dengan memanfaatkan momentum libur sekolah. Kegiatan berlokasi di DPW Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang berlangsung 2 – 4 Juli 2026 ini memadukan pembinaan olahraga pencak silat dengan penguatan spiritual guna membentuk atlet yang berprestasi sekaligus berakhlak.
Ketua Persinas ASAD Kendari, Ridwan, mengatakan jambore sengaja dilaksanakan saat libur sekolah agar seluruh peserta dapat mengikuti rangkaian kegiatan secara maksimal. Menurutnya, pembinaan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan kemampuan bertanding, tetapi juga memperkuat nilai-nilai religius para pesilat.
“Kami memanfaatkan momen libur sekolah untuk melaksanakan kegiatan jambore ini. Tujuannya adalah untuk meningkatkan spiritualitas dan religiusitas warga pesilat kami,” ujar Ridwan saat ditemui di sela pembukaan jambore Persinas ASAD Kendari.
Ia menjelaskan, konsep tersebut lahir sebagai respons atas makin minimnya kegiatan pembinaan keagamaan intensif di lingkungan sekolah. Karena itu, Persinas ASAD menggandeng LDII untuk mengombinasikan latihan fisik dengan pembinaan agama selama jambore berlangsung.
Selain membina ratusan peserta, Persinas ASAD juga membawa kabar membanggakan. Salah satu atlet binaannya, Yasir, dipercaya mewakili Indonesia pada kejuaraan pencak silat internasional di Vietnam. Ridwan berharap doa dan dukungan masyarakat dapat menjadi motivasi bagi atlet muda tersebut untuk mengharumkan nama Sultra dan Indonesia di kancah internasional.
Di lokasi yang sama, Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Kendari, LM Rajab Jinik, memberikan apresiasi terhadap konsistensi Persinas ASAD dalam membina atlet di bawah naungan Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Menurutnya, pola pembinaan yang dilakukan layak menjadi contoh bagi cabang olahraga lain karena tidak hanya mengejar prestasi, tetapi juga membangun karakter generasi muda.
Rajab menilai perpaduan olahraga dan pembinaan agama merupakan langkah konkret untuk mencegah berbagai persoalan sosial yang belakangan mengancam generasi muda, seperti penyalahgunaan narkoba, aksi kriminal, hingga meningkatnya kasus HIV/AIDS.
“Hari ini teman-teman di Persinas ASAD sudah melakukan tindakan nyata untuk mencegah hal tersebut. Kita tidak bisa lagi hanya bicara teori dan wacana, tetapi harus melakukan aksi penanggulangan langsung,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari bersama DPRD juga tengah memberikan perhatian terhadap persoalan sosial tersebut, termasuk menyiapkan Peraturan Daerah (Perda) tentang penanggulangan penyakit sosial.
Rajab berharap kolaborasi berbasis olahraga dan pembinaan agama seperti yang dilakukan Persinas ASAD dapat diikuti organisasi olahraga maupun lembaga kemasyarakatan lainnya demi melahirkan generasi muda yang sehat, berprestasi, dan berkarakter.
Post Views: 10

1 day ago
15













































