Kendari – Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Jaelani, mendorong agar program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat menjangkau 16 kabupaten/kota yang memiliki wilayah pesisir di Sultra. Program tersebut dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan sekaligus memajukan sektor perikanan di Bumi Anoa.
Jaelani mengatakan, Sultra merupakan salah satu daerah dengan garis pantai yang panjang dan sebagian besar masyarakatnya menggantungkan hidup dari sektor kelautan. Karena itu, ia terus mengawal agar program prioritas dari pemerintah pusat tersebut dapat direalisasikan di wilayah Sultra.
“Sultra memiliki garis pantai yang sangat panjang dan mayoritas masyarakatnya menggantungkan hidup dari laut. Saya memperjuangkan agar 16 kabupaten/kota yang memiliki wilayah bahari ini tersentuh oleh program dari pusat, khususnya program KNMP,” ujar Jaelani melalui keterangan resminya, Rabu (1/7/2026).
Ia menjelaskan program KNMP bukan hanya sebatas penataan kawasan permukiman nelayan. Program tersebut dirancang secara terintegrasi mulai dari hulu hingga hilir sektor perikanan tangkap.
Menurutnya, program itu akan menghadirkan berbagai fasilitas penunjang seperti cold storage, dermaga yang representatif, bantuan armada kapal nelayan, hingga pelatihan manajemen usaha bagi kelompok nelayan. Dengan begitu, produktivitas dan pendapatan masyarakat pesisir diharapkan dapat meningkat.
Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Sultra itu mengungkapkan, selama ini dirinya terus membangun komunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar Sultra memperoleh alokasi program tersebut.
“Sebagai anggota Komisi IV DPR RI yang kebetulan mitra kerja saya adalah Kementerian Perikanan. Saya sejak awal mendorong dan memperjuangkan agar program kampung nelayan ini bisa dirasakan di 16 kabupaten/kota di Sultra,” ungkapnya.
Dari total 17 kabupaten/kota di Sultra, hanya Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang tidak memiliki wilayah pesisir. Meski demikian, Jaelani memastikan daerah tersebut tetap menjadi bagian dari perjuangannya di DPR RI.
“Meski Koltim tidak mendapatkan program KNMP, selaku wakil masyarakat Sultra di Senayan, saya akan terus memperjuangkan kepentingan masyarakat, termasuk di Koltim. Banyak program lain, yang bisa kita turunkan di Kabupaten Koltim,” katanya.
Ia menilai Sultra sangat layak mendapatkan program KNMP karena memiliki karakter wilayah pesisir dan kepulauan yang luas. Program ini juga diharapkan mampu mendorong pembangunan infrastruktur perikanan yang terintegrasi sekaligus memperkuat hilirisasi hasil tangkapan nelayan.
Selain itu, program tersebut juga akan menghadirkan pusat pengolahan hasil perikanan agar nelayan tidak hanya menjual ikan dalam bentuk mentah, tetapi juga memiliki nilai tambah melalui produk olahan. Pemberdayaan perempuan pesisir melalui pelatihan pengolahan hasil perikanan juga menjadi bagian dari program untuk memperkuat ekonomi keluarga nelayan.
Jaelani berharap sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dapat terus terjalin agar program KNMP benar-benar memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir di Sultra.
“Sinergi antara pusat dan daerah adalah kunci. Saya membuka jalan di DPR RI dan terus menyuarakan agar program ini bisa dirasakan oleh masyarakat Sultra,” tutupnya.
Post Views: 31

1 day ago
10













































