Dirut RSUD Bahteramas Klarifikasi Protes Keluarga Pasien, Operasi Ditolak karena Tak Ada Indikasi Medis

1 day ago 4

Kendari – Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bahteramas, Sukirman, memberikan klarifikasi atas protes keluarga pasien asal Kota Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), yang mengeluhkan pelayanan rumah sakit.

Sukirman menegaskan dalam aturan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, keputusan untuk melakukan tindakan medis ditentukan oleh dokter yang menangani pasien, bukan atas permintaan atau desakan keluarga maupun pasien terkait.

Dari persoalan yang beredar, Sukirman menyebut dokter gigi yang memeriksa pasien menilai tidak terlihat indikasi medis yang mengharuskan tindakan operasi dilakukan.

“Ini pasien memaksa dokter untuk dilakukan pencabutan gigi melalui operasi sementara dokter giginya menilai tidak ada indikasi medis atau alasan medis untuk dilakukan tindakan operasi,” ungkapnya kepada Kendariinfo, Minggu (5/7).

“Sama kasusnya kalau ada orang yang mau melahirkan memaksa dokternya untuk dilakukan operasi, sementara menurut dokternya tidak ada indikasi atau alasan medis untuk dilakukan operasi seksio,” sambungnya.

Sukirman menjelaskan hasil pemeriksaan rontgen menunjukkan kondisi gigi bungsu pasien masih terletak pada posisi ideal untuk tumbuh normal. Tindakan operasi justru dinilai mengganggu fungsi pengunyahan alami pasien.

Selain itu, prosedur bedah juga memiliki risiko seperti pendarahan, pembengkakan ekstrem, hingga trauma saraf. Dengan begitu, penolakan operasi tanpa indikasi medis dinilai sebagai bentuk perlindungan terhadap pasien demi menghindari cacat pascaoperasi.

Sukirman juga menegaskan bahwa pelayanan di RSUD Bahteramas tidak dipengaruhi status kelas BPJS Kesehatan maupun lainnya. Seluruh keputusan medis diambil berdasarkan pertimbangan ilmiah serta standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Diberitakan sebelumnya, keluarga pasien asal Kota Baubau memprotes lambannya pelayanan RSUD Bahteramas Kota Kendari terhadap pasien rujukan pengguna BPJS Kesehatan.

Ayah pasien, Hasrad, mengaku kecewa karena anaknya yang berkali-kali memperoleh janji penanganan atas keluhan sakit pada bagian gigi. Kekecewaannya meluap setelah pasien dicek pada Sabtu (4/7) dan hanya diberi jadwal kontrol pada Selasa (14/7) mendatang.

“Masalahnya berapa kali anak saya pulang balik di rumah sakit hanya diberi janji terus. Terakhir disampaikan tanggal 3 Juli datang. Setelah tiba di Bahteramas, diberitahu sama dokternya datang pagi-pagi untuk dites. Setelah datang tadi pagi, bukannya ditindaklanjuti keluhannya, hanya dikasih jadwal kontrol tanggal 14 Juli,” beber Hasrad kepada Kendariinfo, Sabtu (4/7).

Keluarga Pasien BPJS Baubau Protes Penanganan di RSUD Bahteramas, Sebut Disarankan Jadi Pasien Umum

Post Views: 20

Read Entire Article
Rapat | | | |