Konawe Kepulauan – Desa Laywo Jaya, Kecamatan Wawonii Timur, Kabupaten Konawe Kepulauan (Konkep), Sulawesi Tenggara (Sultra), meraih dua penghargaan bergengsi pada rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-13 Konkep. Desa tersebut berhasil menyabet predikat Desa Digital dan Desa Inovatif.
Penghargaan yang ditandatangani Bupati Konkep, Rifqi Saifullah Razak, itu diterima langsung Kepala Desa Laywo Jaya, Sulham, didampingi Camat Wawonii Timur, Abudia, pada malam penutupan rangkaian kegiatan Wonderful Wawonii di Lapangan TPI, Sabtu (24/5/2026) malam.
Prestasi tersebut menjadi pencapaian tersendiri bagi Desa Laywo Jaya setelah bersaing bersama puluhan desa lainnya dalam ajang Expo Desa yang menjadi bagian dari perayaan HUT Konkep.
Kepala Desa Laywo Jaya, Sulham, didampingi Camat Wawonii Timur, Abudia saat menerima penghargaan predikat Desa Digital dan Desa Inovatif dalam perayaan HUT Konawe Kepulauan (Konkep). Foto: Istimewa. (23/5/2026).Sebanyak 89 desa ambil bagian dalam pameran tersebut dengan menampilkan berbagai program unggulan, inovasi pelayanan, hingga pengembangan potensi desa. Dari seluruh peserta, Desa Laywo Jaya dinilai berhasil menunjukkan terobosan yang menarik perhatian tim penilai maupun pemerintah daerah.
Saat berkeliling mengunjungi stan pameran, Bupati Konkep melihat langsung berbagai inovasi yang ditampilkan desa-desa peserta. Laywo Jaya menjadi salah satu desa yang menonjol berkat program digitalisasi dan inovasi yang dijalankan pemerintah desa bersama masyarakat.
Penghargaan Desa Inovatif diserahkan oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Konkep, Cecep Trisnajayadi. Sementara penghargaan Desa Digital diserahkan Kepala Perwakilan Bank Indonesia, Edwin Permadi.
Usai menerima penghargaan, Sulham mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Ia menyebut penghargaan itu merupakan hasil kerja bersama seluruh aparat desa, masyarakat, serta berbagai pihak yang selama ini terlibat dalam pembangunan desa.
“Keberhasilan ini juga semakin memperkuat posisi Desa Laywo Jaya sebagai desa yang terus bergerak maju menuju transformasi desa modern dan mandiri di Kabupaten Konawe Kepulauan. Pemerintah desa berharap capaian ini dapat menjadi semangat baru untuk terus menghadirkan program-program pembangunan yang berpihak kepada masyarakat serta mendukung terwujudnya visi Wawonii Emas,” kata Sulham.
Sulham sendiri bukan sosok baru dalam deretan kepala desa berprestasi. Ia sebelumnya meraih penghargaan dari Mahkamah Agung dan Kementerian Hukum dan HAM melalui program Paralegal Justice Award.
Dari penghargaan tersebut, Sulham memperoleh gelar nonakademik NL.P (Non-Litigation Peacemaker) atau yang dikenal sebagai Hakim Desa. Gelar itu diberikan kepada kepala desa yang dinilai mampu menjadi juru damai dalam menyelesaikan sengketa masyarakat melalui pendekatan musyawarah dan keadilan restoratif di luar pengadilan.
Selain itu, Desa Laywo Jaya juga dikenal sebagai desa pertama di Sultra yang membentuk badan hukum Koperasi Merah Putih untuk mendukung program nasional yang dicanangkan pemerintah.
Sulham berharap pemerintah daerah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan terus membangun kolaborasi dalam mendorong kemajuan daerah.
“Saya yakin jika semangat saling mendukung, saling melibatkan, dan saling berkolaborasi terus terjaga, maka daerah ini akan dengan mudah meraih apa yang dicita-citakan bersama,” ujarnya.
Post Views: 0

8 hours ago
3














































