Hadiri Forum UCLG Aspac di Depok, Wali Kota Kendari Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah

8 hours ago 5

Kendari – Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran mendorong transformasi sistem pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular saat menghadiri City-to-City Learning and Innovation Lab: Waste Management Practices yang digelar United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG Aspac) bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Depok di Margo City Hotel, Depok, Selasa (28/7/2026).

Dalam forum yang berlangsung selama dua hari itu, Siska hadir didampingi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA), serta jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kota Kendari.

Kegiatan tersebut mempertemukan perwakilan pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga pemerintah kabupaten dan kota untuk bertukar pengalaman sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun sistem pengelolaan sampah yang terintegrasi, inklusif, dan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Siska menegaskan pengelolaan sampah tidak lagi dapat mengandalkan pola kumpul, angkut, dan buang. Menurutnya, daerah harus mulai beralih ke sistem yang mampu menciptakan nilai tambah melalui konsep ekonomi sirkular.

“Pengelolaan sampah harus bergerak dari pola kumpul, angkut, dan buang menuju sistem yang terintegrasi dan berbasis ekonomi sirkular. Hal ini membutuhkan kebijakan yang kuat, kelembagaan yang jelas, dukungan pembiayaan, teknologi yang sesuai, serta perubahan perilaku masyarakat,” katanya.

Ia menjelaskan, Pemkot Kendari terus memperkuat sistem persampahan melalui peningkatan pelayanan, pemilahan sampah sejak dari sumbernya, pengembangan bank sampah dan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R), pengolahan sampah organik, hingga penerapan teknologi yang disesuaikan dengan kebutuhan daerah.

Menurutnya, persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga berdampak pada kesehatan masyarakat, kelestarian lingkungan, perubahan iklim, ketahanan kota, hingga peluang ekonomi.

“Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Kolaborasi menjadi kunci,” ujarnya.

Selama forum berlangsung, peserta turut membahas berbagai strategi penguatan tata kelola persampahan, mulai dari penyusunan kebijakan daerah, skema pembiayaan, pengembangan model bisnis pengelolaan sampah, pemanfaatan material hasil daur ulang, hingga penerapan prinsip kesetaraan gender dan inklusi sosial dalam sektor persampahan.

Kepala Bappeda Kota Kendari, Muhammad Saiful mengatakan hasil pembelajaran dari forum tersebut akan menjadi bahan masukan dalam penyusunan perencanaan pembangunan daerah. Sementara itu, BRIDA akan memperkuat kajian dan inovasi kebijakan, sedangkan DLHK akan mengoptimalkan penerapan berbagai program pengelolaan sampah di lapangan.

Pada hari kedua kegiatan, seluruh peserta dijadwalkan mengunjungi fasilitas pengolahan sampah organik berbasis maggot di Kelurahan Jatijajar serta lokasi pengelolaan minyak jelantah dan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Baktijaya, Kota Depok.

Post Views: 9

Read Entire Article
Rapat | | | |