Kuota Hanya 50 Kursi, Peminat Kedokteran UM Kendari Tembus 227 Orang

1 day ago 13

Kendari – Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari menjadi incaran calon mahasiswa baru (camaba). Hingga pelaksanaan penerimaan mahasiswa baru Gelombang II Tahap 2, jumlah pendaftar telah mencapai 227 orang, sementara kuota yang tersedia hanya 50 kursi.

Pada tahapan Gelombang II Tahap 2, sebanyak 33 calon mahasiswa dinyatakan lolos administrasi dan berhak mengikuti tes seleksi. Jumlah tersebut melanjutkan proses penerimaan setelah sebelumnya 20 peserta telah dinyatakan lulus pada tahap sebelumnya.

Sebanyak 14 dari 33 peserta seleksi atau 42,42 persen berasal dari sekolah di Kota Kendari, yakni Sekolah Menegah Atas Negeri (SMAN) 1 Kendari sebanyak enam peserta, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kendari tiga peserta. Sisanya dari, SMAN 2 Kendari, SMAN 4 Kendari, SMAN 7 Kendari dan sekolah lainnya, bahkan dari luar Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Secara keseluruhan, peserta Gelombang II Tahap 2 berasal dari 21 sekolah yang berbeda.

Wakil Dekan I FKIK UM Kendari, dr. Erik, mengatakan tingginya jumlah peminat menjadi bukti meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Program Studi Kedokteran UM Kendari.

“Bagi kami, jumlah pendaftar yang besar bukan hanya sebuah capaian, tetapi juga amanah untuk menjaga mutu proses seleksi dan kualitas pendidikan,” ujarnya dilansir dari Laman UM Kendari, Selasa (28/7/2026).

“Kami ingin memastikan mahasiswa yang diterima benar-benar memiliki kesiapan akademik, motivasi, komitmen, serta dukungan keluarga untuk menjalani pendidikan kedokteran,” lanjutnya.

Menurut Erik, sebaran asal peserta yang berasal dari berbagai sekolah menunjukkan bahwa Program Studi Kedokteran UM Kendari makin dikenal sebagai salah satu pilihan pendidikan kedokteran di Sultra.

“Ini menjadi sinyal positif bahwa kehadiran FKIK UM Kendari makin dikenal dan mendapat respons yang baik dari masyarakat,” katanya.

Ia menegaskan, tingginya jumlah pendaftar tidak akan memengaruhi standar seleksi yang diterapkan. Menurutnya, seluruh proses penerimaan akan dilakukan secara objektif, transparan, dan mengutamakan kualitas calon mahasiswa.

“Walaupun peminat mencapai 227 orang, kuota yang tersedia tetap 50 mahasiswa. Karena itu, proses seleksi harus dijalankan secara objektif, transparan, dan berorientasi pada mutu. Kami tidak sekadar mengejar jumlah mahasiswa, tetapi ingin mendapatkan calon mahasiswa terbaik yang mampu mengikuti proses pendidikan kedokteran dengan baik,” tegas Erik.

FKIK UM Kendari terus memperkuat kualitas penyelenggaraan pendidikan melalui pengembangan kurikulum, peningkatan kompetensi dosen, penguatan laboratorium dan keterampilan klinik, pemanfaatan teknologi pembelajaran, serta perluasan kerja sama dengan rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan sebagai wahana pendidikan.

Post Views: 25

Read Entire Article
Rapat | | | |