Kendari – Tangis pilu Keysia setelah kehilangan sang ayah mengundang simpati dari berbagai kalangan. Rasa haru itu juga dirasakan pengusaha asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Sahirudin atau yang dikenal sebagai Sahir Property.
Tergerak oleh kisah Keysia yang viral di media sosial, Sahir bersama istrinya, Asnur, rela terbang ke Bali untuk menemui bocah tersebut secara langsung. Kedatangannya untuk memberikan pelukan, dukungan, dan penguatan di tengah duka yang sedang dirasakan keluarga.
Keysia kehilangan ayahnya, KD, pria asal Desa Sidatapa, Kabupaten Buleleng, yang meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pengeroyokan akibat tuduhan pencurian seekor ayam aduan di Desa Batunya, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan.
Video yang memperlihatkan Keysia menangis di samping jenazah ayahnya kemudian beredar luas di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Keysia tampak terus memanggil ayahnya yang telah terbujur kaku, tetapi tak lagi mendapat jawaban.
Momen tersebut menyentuh banyak orang. Tidak sedikit warganet yang ikut merasakan kesedihan melihat seorang anak harus kehilangan sosok ayah di usia yang masih belia.
Perasaan yang sama dirasakan Sahir. Setelah menyaksikan video tersebut, ia mengaku tidak kuasa menahan haru hingga memutuskan untuk datang langsung ke rumah duka.
Bersama sang istri, Sahir berangkat ke Bali dan tiba di kediaman keluarga almarhum pada Senin (27/7/2026) sore.
Setibanya di lokasi, Sahir kemudian memeluk Keysia. Ia berusaha memberikan kekuatan agar anak tersebut tetap tegar menghadapi kehilangan besar yang dialaminya.
Momen haru itu juga dibagikan Sahir melalui akun media sosial pribadinya. Dalam unggahannya, ia menyampaikan pesan penuh empati kepada Keysia.
“Adik Keysia, tidak ada kata yang mampu menghapus kesedihanmu. Saya ikut bersedih bersamamu. Semoga engkau dikuatkan. Peluk erat untukmu,” tulis Sahir dalam unggahannya, Senin (27/7).
Kepada Kendariinfo, Sahir mengungkapkan bahwa kisah Keysia membuat hatinya tersentuh.
“Saya tersentuh dan menangis melihat video itu hingga akhirnya langsung berangkat ke lokasi. Saya berharap tidak ada lagi yang main hakim sendiri,” kata Sahir kepada Kendariinfo, Selasa (28/7) malam.
Kehadiran Sahir disambut hangat oleh keluarga almarhum. Selain menyampaikan belasungkawa, ia juga memberikan dukungan moril kepada keluarga yang masih berduka atas kepergian KD.
Kepedulian terhadap keluarga Keysia pun terus mengalir. Sejumlah pihak dari berbagai daerah turut menyampaikan dukungan dan bantuan sebagai bentuk kepedulian untuk meringankan beban keluarga.
Dukungan tersebut menjadi penguat bagi Keysia dan keluarganya bahwa mereka tidak sendiri menghadapi masa sulit setelah kehilangan sosok yang sangat berarti.
Post Views: 8

9 hours ago
7
















































