Kendari – Sejumlah komunitas peduli lingkungan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) menargetkan pengumpulan 400 kilogram (kg) sampah dalam aksi World Clean Up Day 2026 yang akan digelar pada Minggu (30/8/2026).
Inisiator sekaligus Pembina Komunitas Sahabat Bumi, La Ode Muhammad Erif, mengatakan kegiatan tersebut menargetkan sekitar 200 peserta yang akan melakukan aksi bersih-bersih di sejumlah titik di Kota Kendari.
“Kegiatan akan dipusatkan di Batbat dan Kali Kadia, kawasan MTQ, serta area Car Free Day,” kata Erif kepada Kendariinfo, Jumat (28/8).
Menurutnya, sampah plastik menjadi jenis sampah yang paling menjadi perhatian dalam kegiatan tersebut. Panitia juga menargetkan pengurangan sampah plastik melalui pemilahan dan penyaluran sampah yang masih memiliki nilai guna ke Bank Sampah atau Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Erif menyebut persoalan sampah di Kota Kendari masih cukup kompleks. Salah satunya karena sampah yang dihasilkan masyarakat masih tercampur sehingga menyulitkan proses pengelolaan.
“Persoalan yang paling mendesak adalah jenis sampah yang dihasilkan masih tercampur, masih adanya pembakaran sampah, belum ada pemilahan dari sumber, kesadaran masyarakat masih sangat kurang, serta pengelolaan sampah yang belum tersistem dengan baik,” ujarnya.
Ia mengatakan World Clean Up Day 2026 menjadi salah satu momentum untuk mendorong masyarakat agar mulai memilah sampah sejak dari sumbernya. Kota Kendari dipilih sebagai salah satu lokasi kegiatan karena timbulan sampah di kota tersebut dinilai cukup besar, sementara budaya memilah sampah belum menjadi kebiasaan masyarakat.
Aksi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sultra, DLH Kota Kendari, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari, Universitas Islam Negeri (UIN) Kendari, sejumlah perguruan tinggi lainnya, komunitas lingkungan, lembaga swadaya masyarakat, hingga aktivis lingkungan.
Setelah dikumpulkan, sampah akan dipilah menjadi tiga kategori, yakni organik, anorganik, dan residu. Masing-masing jenis sampah kemudian ditimbang untuk mengetahui jumlah yang berhasil dikumpulkan.
Sampah organik akan diolah menggunakan Teba Modern dan komposter. Sementara itu, sampah anorganik akan disalurkan ke Bank Sampah atau TPST. Adapun sampah residu akan dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA).
Erif berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan sampah yang terkumpul, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah.
World Clean Up Day 2026 di Kota Kendari ditargetkan menjadi momentum untuk memperkuat kesadaran masyarakat agar tidak lagi membuang sampah sembarangan serta mulai melakukan pemilahan sampah dari rumah.
Post Views: 9

1 hour ago
5














































