Terancam Gagal Panen 32 Hektare, Pemkot Kendari Mulai Lakukan Pengairan Sawah di Amohalo

21 hours ago 16

Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai melakukan penanganan kekeringan di area persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra). Langkah tersebut dilakukan setelah luas lahan persawahan yang membutuhkan penanganan cepat bertambah dari sebelumnya 25 hektare menjadi 32 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kota Kendari, Imran Ismail, mengatakan penanganan kekeringan di persawahan Amohalo dilakukan bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi IV. Salah satu langkah yang dilakukan ialah mengalirkan air ke area persawahan sebagai penanganan dini.

“Ini penanganan kekeringan. Jadi bantuan yang diberikan sifatnya penanganan dini, setelah itu BWS bergeser lagi ke lokasi lain yang membutuhkan,” kata Imran kepada Kendariinfo, Rabu (26/8/2026).

Pengairan yang dilakukan BWS Sulawesi IV di persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari sebagai upaya pencegahan gagal panen akibat kekeringan.Pengairan yang dilakukan BWS Sulawesi IV di persawahan Amohalo, Kecamatan Baruga, Kota Kendari sebagai upaya pencegahan gagal panen akibat kekeringan. Foto: Istimewa.

Imran mengatakan berdasarkan pemantauan terbaru penyuluh pertanian dan Dinas Pertanian Kota Kendari, terdapat 32 hektare lahan yang saat ini membutuhkan penanganan cepat. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan data sebelumnya yang mencapai 25 hektare.

Tiga unit pompa air berukuran 6 inci juga telah disiapkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air di persawahan. Bantuan tersebut merupakan atensi Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran untuk menangani dampak kekeringan terhadap lahan pertanian.

Menurut Imran, pompa tersebut akan digunakan untuk menyedot air dari Sungai Wanggu karena sumber air lain yang tersedia di sekitar persawahan tidak lagi memadai. Jarak Sungai Wanggu dari area persawahan diperkirakan hanya sekitar 10 hingga 15 meter.

“Sekarang tidak ada sumber air lain yang memadai. Jadi air dari Sungai Wanggu akan kita sedot menggunakan pompa berkapasitas besar, kemudian dialirkan ke jaringan irigasi yang ada,” ujarnya.

Penggunaan pompa berkapasitas besar, lanjut Imran, diharapkan dapat memperluas jangkauan pengairan sehingga air tidak hanya mengalir ke lahan yang berada dekat dengan sumber air, tetapi juga menjangkau persawahan yang lokasinya lebih jauh.

Selain penanganan jangka pendek, Pemkot Kendari juga berkoordinasi dengan perwakilan Kementerian Pertanian (Kementan) di Sultra dan Kementan di tingkat pusat untuk penanganan kekeringan dalam jangka panjang.

Koordinasi tersebut mencakup pengusulan bantuan pembangunan saluran air, embung, serta tambahan pompa air untuk mendukung sistem pengairan persawahan di Amohalo.

Imran menegaskan langkah tersebut diperlukan karena kekeringan mulai meningkatkan risiko gagal panen pada lahan persawahan di kawasan tersebut. Pemkot Kendari bersama instansi terkait pun terus melakukan pemantauan untuk menentukan lahan yang membutuhkan penanganan prioritas.

25 Hektare Sawah di Amohalo Kendari Terancam Gagal Panen Akibat Kemarau

Post Views: 7

Read Entire Article
Rapat | | | |