Tamu Penginapan di Mandonga Kendari Diduga Cabut Kabel CCTV lalu Curi Smart TV

7 hours ago 11

Kendari – Seorang tamu di salah satu penginapan di Kecamatan Mandonga, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), berinisial T diduga mencuri smart TV setelah kabel kamera pengawas atau CCTV di penginapan tersebut sempat dicabut.

Selain smart TV, pihak penginapan juga menemukan kerusakan pada pendingin ruangan atau AC. Total kerugian akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai Rp6 juta.

Saksi, Anshar, mengatakan T mulai menginap sejak Kamis (10/9/2026). Saat datang, T disebut datang seorang diri dengan menumpang jasa taksi online.

“Awalnya si T ini menginap di penginapan sejak Kamis tanggal 10 September 2026. Dia datang seorang diri menumpang mobil Grab,” kata Anshar kepada Kendariinfo, Selasa (15/9).

Menurut Anshar, selama beberapa hari terakhir T terlihat gelisah dan beberapa kali mondar-mandir di sekitar penginapan. Namun, kondisi tersebut awalnya tidak terlalu diperhatikan oleh penghuni penginapan.

Pada Minggu (13/9), pihak penginapan sempat melakukan pengecekan terhadap CCTV yang berada di ruang tamu. Saat diperiksa, kamera tersebut diketahui tidak aktif.

Setelah dilakukan pengecekan pada Minggu malam, pihak penginapan menemukan kabel CCTV dalam kondisi terlepas. Namun, kondisi tersebut belum dianggap mencurigakan karena lokasi colokan kabel sedang berada di area yang dalam proses renovasi.

“Hal tersebut tidak terlalu mencurigakan karena di ruangan tempat kabel tersebut dicolok sedang ada perbaikan renovasi, jadi kami tidak terlalu mencurigainya,” ujar Anshar.

CCTV kemudian kembali disambungkan sekitar pukul 23.00 Wita. Namun, tampilan kamera terlihat buram. Pihak penginapan kembali mengira kondisi tersebut disebabkan debu dari aktivitas renovasi.

Kejanggalan baru diketahui pada Senin (14/9) sekitar pukul 08.00 Wita. Saat itu, pihak penginapan mendapati smart TV yang sebelumnya berada di ruang tengah sudah tidak ada.

Awalnya, mereka menduga TV tersebut dipindahkan oleh salah seorang karyawan ke ruangan yang sedang direnovasi. Namun, setelah dikonfirmasi, tidak ada karyawan yang mengaku memindahkan smart TV tersebut.

Pihak penginapan kemudian menelusuri rekaman dari dua CCTV yang masih tersedia, yakni kamera yang berada di kamar tamu dan ruang tengah. Dari rekaman tersebut, pihak penginapan menemukan sejumlah gerak-gerik T yang dinilai mencurigakan.

Sekitar pukul 08.20 Wita, pihak penginapan mencoba menghubungi T. Saat dikonfirmasi mengenai keberadaan smart TV, T disebut mengatakan akan kembali datang ke penginapan..

Anshar kemudian mengirimkan rekaman CCTV kepada T dan mengingatkannya bahwa pihak penginapan telah mengetahui dugaan perbuatannya.

“Saya sendiri juga mengirimkan video tersebut dan mengingatkannya bahwa perbuatannya sudah kami ketahui dan akan melaporkannya ke kepolisian terdekat jika ia tidak mengembalikan apa yang diambilnya,” ungkap Anshar.

Setelah informasi mengenai kejadian dan rekaman CCTV beredar, T disebut kembali menghubungi pihak penginapan menggunakan nomor telepon baru.

Dalam komunikasi tersebut, T menyampaikan bahwa smart TV yang hilang berada di salah satu tempat penjahit di sekitar kawasan THR dan disebut telah dititipkan di tempat tersebut.

Namun, saat pihak penginapan mencoba menghubungi nomor yang digunakan untuk memberikan informasi tersebut, orang yang menerima telepon sempat mengaku tidak mengetahui keberadaan smart TV.

Setelah pihak penginapan menyampaikan bahwa persoalan tersebut akan melibatkan kepolisian, komunikasi disebut mulai lebih kooperatif. Akan tetapi, ketika kembali dihubungi beberapa kali, nomor tersebut sudah tidak aktif.

Selain smart TV, pihak penginapan juga menemukan adanya kerusakan pada AC. Smart TV yang diduga hilang ditaksir bernilai sekitar Rp3,5 juta, sedangkan AC yang rusak ditaksir sekitar Rp2,5 juta, sehingga total Rp6 juta.

Atas kejadian tersebut, pihak penginapan kata dia rencananya bakal melaporkan hal tersebut ke kepolisian guna ditindaklanjuti sesuai hukum yang berlaku.

Post Views: 15

Read Entire Article
Rapat | | | |