Kendari – Annisa Dhya Pramesti, gadis 19 tahun asal Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), akan membawa nama daerahnya ke panggung nasional. Mewakili Sultra, Annisa bertekad merebut mahkota Putri Budaya Indonesia 2026.
Perjalanan Annisa menuju panggung nasional dimulai dari proses pemilihan Putri Budaya Sultra yang berlangsung pada April 2026 lalu. Setelah mendapatkan sash Sultra, ia kemudian melanjutkan tahapan seleksi di tingkat nasional hingga akhirnya lolos sebagai finalis Putri Budaya Indonesia 2026.
Berdasarkan surat pemberitahuan kelulusan, Annisa telah melewati tahap screening awal oleh tim Putra Putri Budaya Indonesia (PPBI) yang mencakup prestasi serta aktivitas di lingkungan dan daerahnya. Ia juga dinyatakan telah melewati seleksi wawancara dengan sangat baik.
Putri Budaya Sulawesi Tenggara (Sultra) 2026, Annisa Dhya Pramesti. Foto: Istimewa.Perjalanan Annisa kini berlanjut menuju rangkaian kegiatan nasional yang akan berlangsung pada 14 – 18 Oktober 2026 di Provinsi DKI Jakarta mendatang.
Bagi Annisa, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Ia mengaku harus melewati berbagai tahapan yang tidak mudah sebelum akhirnya mendapatkan sash Sultra dan kesempatan membawa nama daerahnya ke tingkat nasional.
“Yang saya rasakan setelah resmi menjadi putri budaya sultra adalah rasa yang sangat luar biasa dan bangga terhadap diri saya sendiri karena bisa melewati berbagai tahapan yang begitu sulit untuk bisa mendapatkan Sash Sulawesi Tenggara,” kata Annisa kepada kendariinfo, Senin (14/9/2026).
Sebelumnya, mahasiswi STIE 66 Kendari ini secara mandiri mendaftarkan diri melalui audisi online. Dalam proses tersebut, ia harus menjawab berbagai pertanyaan mengenai kepribadian, personal branding, advokasi hingga pengetahuan tentang kebudayaan yang ada di Sultra.
Keputusannya mengikuti ajang tersebut berangkat dari ketertarikannya terhadap budaya daerah. Annisa ingin ikut mengambil peran dalam mengembangkan sekaligus memperkenalkan kebudayaan Sultra kepada masyarakat yang lebih luas.
“Alasan saya mengikuti putri budaya Indonesia karena saya tertarik dengan budaya Sultra dan ingin ikut aktif dalam mengembangkan serta memperkenalkan budaya Sultra,” ujarnya.
Untuk menghadapi tahapan seleksi, Annisa juga mempersiapkan berbagai materi mengenai kebudayaan Sultra. Ia kemudian menjalani wawancara secara virtual bersama para kandidat Putra Putri Budaya dari berbagai daerah di Indonesia.
Pengalaman sebelumnya turut menjadi bekal. Annisa pernah mengikuti Luale Kota Kendari. Pengalaman tersebut, ditambah dengan pendalaman materi budaya, membuatnya semakin percaya diri untuk membawa nama Sultra ke panggung nasional.
Di tingkat nasional, Annisa tidak ingin sekadar tampil sebagai finalis. Ia membawa misi untuk memperkenalkan kekayaan budaya Sultra, salah satunya tradisi Mosehe dari masyarakat Tolaki.
Mosehe memiliki makna sebagai bentuk rekonsiliasi, membersihkan diri, menjaga keharmonisan serta mempererat hubungan kekeluargaan.
Menurut Annisa, budaya seperti Mosehe perlu terus dikenalkan, khususnya kepada generasi muda, agar kekayaan budaya Sultra tidak hanya dikenal di daerah tetapi juga semakin mendapat perhatian di tingkat nasional.
Namun, perjalanan menuju panggung nasional juga memiliki tantangan tersendiri. Annisa harus mempersiapkan pengetahuan budaya, pembuatan video profil, kemampuan catwalk hingga public speaking.
Semua persiapan tersebut kini terus dilakukan sebelum dirinya tampil di Jakarta. Ia pun memasang target tinggi dalam ajang Putri Budaya Indonesia 2026.
“Saya ingin menjadi overall winner Putri Budaya Indonesia,” tegasnya.
Di balik target tersebut, Annisa membawa pesan untuk generasi muda Sultra agar tidak meninggalkan budaya daerah di tengah perkembangan zaman.
“Budaya itu bukan untuk ditinggalkan, tetapi merupakan aset generasi muda untuk menunjukkan budaya Sultra kepada Indonesia,” tuturnya.
Ia juga berharap seluruh pemuda dan pemudi di Sultra makin peka serta memiliki kesadaran terhadap budaya daerah. Dukungan pemerintah dan masyarakat juga dinilainya penting agar dirinya dapat membawa nama Sultra dengan baik di tingkat nasional.
“Harapan saya semoga seluruh pemuda-pemudi di Sultra lebih peka dan sadar akan budaya Sultra, serta pemerintah dan masyarakat bisa memberikan dukungan agar saya dapat membawa nama Sultra dengan baik di tingkat nasional,” ungkapnya.
Kini, perjalanan Annisa memasuki babak yang lebih besar. Dari Kota Kendari, gadis 19 tahun itu akan membawa sash Sultra menuju panggung Putri Budaya Indonesia 2026 di Jakarta.
Tanggal 14 hingga 18 Oktober 2026 akan menjadi momen penting bagi Annisa untuk menunjukkan kemampuan, pengetahuan dan kecintaannya terhadap budaya Sultra.
Post Views: 33

7 hours ago
5















































