Bandung – Nama Saddil Ramdani resmi masuk dalam lembar sejarah sepak bola Indonesia usai membawa Persib Bandung juara Super League musim 2025/2026. Prestasi itu membuat tim yang dibela Saddil meraih gelar hattrick secara beruntun.
Kepastian itu diraih setelah Persib bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion Utama Gelora Bandung Lautan Api, Sabtu (23/5/2026). Tambahan satu poin membuat Maung Bandung menutup musim dengan koleksi 79 poin dari 34 pertandingan sekaligus mempertahankan dominasi mereka di kasta tertinggi sepak bola nasional.
Di balik pesta juara Persib, ada cerita besar dari Timur Indonesia. Saddil, pemain kelahiran Raha, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan bersejarah tersebut.
Saddil Ramdani pesepak bola asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. Instagram/@saddilramdanii.Bagi sepak bola Sultra, pencapaian ini terasa lebih dari sekadar gelar liga. Saddil menjadi simbol bahwa anak daerah dari kepulauan di jazirah tenggara Sulawesi mampu berdiri di podium tertinggi sepak bola Indonesia bersama salah satu klub terbesar di Tanah Air.
Didatangkan Persib pada awal musim 2025/2026 usai meninggalkan Sabah FC Malaysia, Saddil langsung masuk dalam proyek besar Maung Bandung untuk mempertahankan mahkota juara. Transfernya kala itu menjadi sorotan karena Persib merekrut salah satu winger paling eksplosif yang dimiliki Indonesia dalam satu dekade terakhir.
Sepanjang musim, Saddil tampil sebagai bagian penting rotasi inti Persib. Kecepatan dan agresivitasnya di sisi sayap membuat ia beberapa kali menjadi pembeda dalam pertandingan penting. Ia juga ikut memperkuat Persib di AFC Champions League Two dan mencetak gol perdananya di kompetisi Asia saat menghadapi Lion City Sailors pada September 2025.
Lahir pada 2 Januari 1999 di Raha, Saddil tumbuh dari daerah yang selama ini jarang melahirkan pemain elite nasional. Namanya mulai dikenal publik ketika tampil menggila bersama Timnas Indonesia U-19, termasuk saat mencetak hattrick ke gawang Kamboja pada AFF U-19 2016.
Saddil Ramdani pesepak bola asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. Instagram/@saddilramdanii.Karier profesionalnya kemudian dimulai bersama Persela Lamongan pada 2016 sebelum merantau ke Malaysia memperkuat Sri Pahang FC. Ia sempat kembali ke Indonesia bersama Bhayangkara FC pada 2020 sebelum menemukan performa terbaiknya bersama Sabah FC sejak 2021.
Di Malaysia, Saddil berkembang menjadi salah satu pemain Asia Tenggara paling menonjol. Penampilannya bersama Sabah membuat namanya semakin matang sebagai pemain level internasional sekaligus langganan Timnas Indonesia era Luis Milla hingga Shin Tae-yong.
Kini, perjalanan panjang itu mencapai salah satu puncak terbesar dalam kariernya. Dari lapangan kecil di Raha hingga mengangkat trofi bersama Persib Bandung, Saddil tidak hanya membawa nama klubnya menuju sejarah baru, tetapi juga mengangkat kebanggaan Sultra ke panggung sepak bola nasional.
Saddil Ramdani pesepak bola asal Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Dok. Instagram/@saddilramdanii.Post Views: 36

7 hours ago
5














































