Wisuda Berlabel STIT At-Taqwa Gegerkalong Bandung, Status Peserta Masih Tercatat di STAI Wakatobi

7 hours ago 2

Wakatobi – Status kemahasiswaan 24 peserta wisuda yang digelar mengatasnamakan Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) At-Taqwa Gegerkalong Bandung di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara (Sultra), terus menuai sorotan publik.

Berdasarkan hasil pengecekan Kendariinfo pada laman https://pddikti.kemdiktisaintek.go.id/ pada Kamis (21/5/2026) pukul 12.59 – 13.20 Wita, ditemukan perbedaan data instansi mahasiswa dengan nama kampus yang digunakan saat prosesi wisuda.

Dalam Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) tersebut, Nomor Induk Mahasiswa (NIM) beserta nama 24 peserta wisuda masih tercatat sebagai mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Wakatobi pada Program Studi (Prodi) Pendidikan Agama Islam.

Perhelatan wisuda mahasiswa STIT At-Taqwa Gegerkalong Bandung di rumah Suruddin, Kelurahan Numana, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi.Perhelatan wisuda mahasiswa STIT At-Taqwa Gegerkalong Bandung di rumah Suruddin, Kelurahan Numana, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Kabupaten Wakatobi. Foto: Wa Listiani/Kendariinfo. (20/5/2026).

Perbedaan antara kampus penyelenggara wisuda dengan data mahasiswa yang masih tercantum di PDDikti memunculkan pertanyaan terkait status akademik dan keabsahan prosesi wisuda tersebut.

Ketua STAI Wakatobi, Sarni, mengatakan perubahan data mahasiswa di PDDikti tidak dapat dilakukan secara instan. Proses perubahan harus melalui sejumlah tahapan administrasi dan verifikasi kementerian terkait.

“Bisa semua orang akses, yang penting ada NIM-nya. Dicari saja statusnya sudah seperti apa, karena tidak akan semudah itu dia ubah di pangkalan data,” ujar Sarni dalam konferensi pers, Kamis (21/5).

Prosesi wisuda tersebut sebelumnya digelar di kediaman mantan Ketua STAI Wakatobi, Suruddin, yang berlokasi di Kelurahan Numana, Kecamatan Wangiwangi Selatan, Selasa (20/5).

Pelaksanaan wisuda itu turut menjadi perhatian karena digelar di halaman rumah pribadi, bukan fasilitas publik. Selain itu, kegiatan yang menjadi ajang kelulusan resmi tersebut bahkan tidak dihadiri Rektor STIT At-Taqwa Gegerkalong Bandung.

Kegiatan justru dihadiri mantan pengurus dan dosen STAI Wakatobi, yakni La Dao, Karim, dan Rosida. Pemindahan tali wisuda juga dilakukan sendiri oleh Suruddin yang bertindak sebagai perwakilan STIT At-Taqwa Gegerkalong Bandung dengan hanya mengenakan kemeja abu-abu.

Hingga berita ini ditayangkan, Kendariinfo masih berupaya menghubungi Suruddin serta pihak terkait guna memperoleh penjelasan mengenai pelaksanaan wisuda tersebut.

Post Views: 23

Read Entire Article
Rapat | | | |