Kendari – Kerja sama penyusunan program beasiswa antara Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kendari dan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai mengerucut. Dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar di Ruang Amphiteater IAIN Kendari, Selasa (19/5/2026), kedua pihak membahas rancangan Peraturan Wali Kota (Perwali) tentang bantuan beasiswa mahasiswa yang bakal menyasar jenjang D3 hingga S3.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari penyusunan naskah akademik program bantuan pendidikan yang kini tengah dirancang Pemkot Kendari untuk memperluas akses mahasiswa terhadap pembiayaan kuliah maupun penyelesaian studi.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Pemkot Kendari, Sapri mengatakan, rancangan bantuan beasiswa itu dibagi dalam beberapa kategori, mulai dari bantuan prestasi akademik, prestasi non-akademik, bantuan bagi mahasiswa kurang mampu, hingga bantuan penyelesaian studi.
Ia menjelaskan, mahasiswa yang berprestasi di bidang non-akademik juga masuk dalam sasaran penerima bantuan, terutama mereka yang berhasil meraih juara pada kompetisi tingkat regional, nasional hingga internasional.
Menurut Sapri, Pemkot Kendari berupaya memperluas cakupan penerima manfaat sehingga skema bantuan dibuat lebih merata agar bisa menjangkau lebih banyak mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan.
“Penerimanya dirancang mulai dari D3 sampai S3 supaya makin banyak mahasiswa yang bisa terakomodasi,” ujarnya dalam forum tersebut.
Dalam draft yang dipaparkan, besaran bantuan pendidikan untuk mahasiswa D3 hingga S1 diusulkan sebesar Rp2,5 juta, jenjang S2 sebesar Rp5 juta, sedangkan mahasiswa S3 sebesar Rp7,5 juta.
Sementara untuk bantuan penyelesaian studi, nominal yang disiapkan lebih besar. Mahasiswa D3 diusulkan menerima Rp3,5 juta, D4/S1 sebesar Rp5 juta, S2 sebesar Rp7,5 juta, dan S3 mencapai Rp10 juta.
Meski begitu, belum ada penetapan mekanisme soal nominal tersebut akan diberikan sekali atau per semester.
Sapri menerangkan, khusus bantuan penyelesaian studi, mahasiswa wajib melampirkan proposal tugas akhir yang telah disahkan pihak kampus sebagai salah satu syarat utama pengajuan bantuan.
Selain membahas nominal bantuan, Pemkot Kendari juga merancang sistem penyaluran dana langsung melalui rekening perguruan tinggi. Skema itu disebut untuk memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran sekaligus menjaga transparansi penggunaan anggaran.
Wakil Rektor I IAIN Kendari, Jumarddin La Fua menyambut positif langkah Pemkot Kendari yang mulai menyusun regulasi khusus bantuan pendidikan bagi mahasiswa.
Ia menilai program beasiswa itu menjadi bagian penting dalam penguatan kualitas sumber daya manusia di Kota Kendari melalui sektor pendidikan tinggi.
“Kami melihat ini sebagai langkah strategis untuk mendukung peningkatan kualitas SDM. Kami juga mengusulkan agar programnya tidak hanya menyasar mahasiswa S1, tetapi juga bisa menjangkau jenjang S2 dan S3,” kata Jumarddin.
Dalam forum itu, pihak IAIN Kendari juga diminta memberikan masukan terkait mekanisme pengajuan beasiswa yang selama ini diterapkan di lingkungan kampus sebagai bahan penyempurnaan rancangan Perwali sebelum nantinya ditetapkan secara resmi.
Post Views: 10

21 hours ago
18














































