Kendari – Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem, Prananda Surya Paloh, mengungkap alasan partainya memilih berada di luar pemerintahan meski sempat mendapat tawaran masuk kabinet.
Hal itu disampaikan Prananda saat membuka Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) dan Sekolah Legislatif Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) NasDem Sulawesi Tenggara (Sultra) di Claro Hotel Kendari, Senin (18/5/2026).
Menurut Prananda, keputusan NasDem tidak bergabung ke kabinet merupakan bentuk konsistensi partai dalam menjaga etika dan moral politik pasca-pemilu.
“Walaupun ada tawaran masuk kabinet, kami menolak dengan apresiasi setinggi-tingginya kepada pemerintah. Kami menjaga moral politik partai,” kata Prananda di hadapan kader NasDem Sultra, Senin (18/5).
Ia menjelaskan, NasDem memilih memberikan ruang kepada pihak pemenang pemilu untuk mengisi kabinet pemerintahan. Meski demikian, kata dia, NasDem tetap memberikan dukungan terhadap jalannya pemerintahan.
“Siapa yang menang, silakan mendapatkan jatah kabinet. Tapi jangan salah paham, tanpa ragu kita tetap mendukung pemerintahan sebagai mitra strategis,” ujarnya.
Dalam pidatonya, Prananda juga menegaskan NasDem terus bertransformasi menjadi partai modern dengan pendekatan ilmiah dalam membaca arah politik dan kebutuhan masyarakat.
“Kita menggunakan scientific approach, pendekatan statistik, metodologi dan akademis. Kita ingin tahu apa yang benar-benar diinginkan masyarakat,” katanya.
Ia mencontohkan strategi survei berkala yang dilakukan NasDem saat pilkada, termasuk di Kota Kendari. Menurutnya, pendekatan tersebut terbukti efektif memenangkan pertarungan politik.
Prananda juga mengingatkan kader NasDem agar lebih berhati-hati dalam memberikan komentar di ruang publik maupun media sosial. Ia meminta kader tidak asal berbicara terkait isu yang belum dipahami secara utuh.
“Kalau tidak mengerti substansi masalah atau belum cek kebenarannya, lebih baik diam. Jangan asal bunyi karena itu bisa jadi bumerang,” tegasnya.
Selain itu, ia membantah anggapan bahwa NasDem merupakan partai feodal. Menurut dia, kader yang memiliki prestasi dan rekam jejak baik memiliki peluang yang sama untuk berkembang di internal partai.
“Kalau kader berprestasi pasti punya kesempatan untuk naik,” ucapnya.
Sementara itu, Ketua DPW Partai NasDem Sultra, Ali Mazi, mengatakan rakerwil dan sekolah legislatif menjadi momentum penting memperkuat konsolidasi internal partai menjelang agenda politik mendatang.
“Ini bukan agenda ecek-ecek. Ini agenda besar untuk memperkuat solidaritas dan strategi perjuangan partai,” kata Ali Mazi.
Rakerwil dan Sekolah Legislatif DPW NasDem Sultra ini berlangsung selama 3 hari, mulai 17 hingga 19 Mei 2026.
NasDem Sultra Gelar Rakerwil dan Sekolah Legislatif di Kendari, Bahas Pemilu 2029
Post Views: 27

19 hours ago
7














































