Kendari – Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari mulai menyalurkan bantuan pangan bagi ribuan warga terdampak banjir dan longsor di sejumlah wilayah di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (15/5/2026). Bantuan yang disalurkan berupa 11.434,5 kilogram beras dan 1.339 liter minyak goreng yang diperuntukkan bagi warga terdampak di tujuh kecamatan.
Penyaluran bantuan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran di beberapa titik terdampak banjir. Bantuan tersebut berasal dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) Republik Indonesia (RI), melalui pemerintah daerah sebagai bentuk dukungan terhadap penanganan dampak bencana yang terjadi beberapa hari terakhir.
Siska mengatakan, berdasarkan data sementara yang telah diverifikasi pemerintah, jumlah warga terdampak banjir dan longsor mencapai 1.339 kepala keluarga (KK) atau sebanyak 5.945 jiwa. Data tersebut menjadi dasar penyaluran bantuan agar distribusi dilakukan tepat sasaran sesuai kondisi riil di lapangan.
Sejumlah warga di Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), saat menerima bantuan pangan dari pemerintah. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (15/5/2026).“Per hari ini yang terdampak banjir ada tujuh kecamatan. Jumlah kepala keluarga yang terdampak sebanyak 1.339 KK dengan jumlah jiwa 5.945,” ujar Siska usai menyerahkan bantuan kepada warga terdampak banjir.
Ia menjelaskan, bantuan pangan yang diberikan terdiri dari beras dan minyak goreng dengan jumlah yang telah disesuaikan berdasarkan jumlah anggota keluarga penerima. Penyaluran bantuan juga mengikuti ketentuan teknis dari Bapanas RI, termasuk besaran bantuan beras untuk setiap jiwa penerima manfaat.
Menurutnya, setiap warga menerima bantuan beras sebanyak 2,1 kilogram per jiwa. Karena itu, ukuran karung bantuan yang diterima warga terlihat berbeda-beda karena telah ditimbang sesuai jumlah anggota keluarga dalam satu rumah tangga.
“Kalau dilihat ada karung yang besar dan ada yang kecil, itu karena sudah disesuaikan timbangannya berdasarkan jumlah jiwa dalam keluarga penerima,” jelasnya.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, saat berdialog dengan korban bencana di Kecamatan Lepolepo. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (15/5/2026).Siska menegaskan, bantuan yang disalurkan merupakan hasil pendataan dan verifikasi yang dilakukan langsung oleh pemerintah bersama tim di lapangan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima warga yang terdampak banjir maupun longsor.
Selain itu, Pemkot Kendari juga menargetkan seluruh distribusi bantuan pangan dapat selesai paling lambat pada 17 Mei 2026. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan dasar warga terdampak segera terpenuhi di tengah proses pemulihan pascabanjir yang masih berlangsung di sejumlah wilayah.
Sebagai tahap awal, bantuan telah mulai disalurkan di beberapa wilayah terdampak seperti Kecamatan Baruga, Lepolepo, dan Wuawua. Distribusi bantuan selanjutnya akan dilakukan secara bertahap ke kecamatan lain yang terdampak banjir.
Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, bersama dengan korban bencana di Kecamatan Wuawua. Foto: Hasmin Ladiga/Kendariinfo. (15/5/2026).Di sisi lain, kondisi banjir di sejumlah titik di Kota Kendari mulai berangsur surut. Meski demikian, sebagian warga masih melakukan pembersihan rumah dan lingkungan akibat sisa lumpur serta genangan air yang sebelumnya merendam permukiman.
Pemkot Kendari juga terus melakukan pendataan tambahan terhadap warga terdampak, termasuk memantau kondisi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan lanjutan. Selain bantuan pangan, pemerintah turut menyiapkan langkah penanganan lain untuk mempercepat pemulihan di wilayah terdampak bencana.
Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kendari, Rukmana, mengatakan total bantuan yang disalurkan untuk korban banjir terdiri dari 11.434,5 kilogram beras dan 1.339 liter minyak goreng.
“Bantuan beras sebanyak 11.434,5 kilogram, sementara minyak goreng sebanyak 1.339 liter,” ujar Rukmana.
Post Views: 31

2 hours ago
1












































