Kendari – Prof. Usman Rianse ditunjuk sebagai Ketua Delegasi West Europe Destination (Eropa Barat) oleh Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultanbatara (Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat) Dr. Andi Lukman, dalam misi pengembangan kolaborasi perguruan tinggi antara kampus-kampus di bawah naungan LLDIKTI IX dengan sejumlah perguruan tinggi di Eropa.
Salah satu alasan penunjukan itu karena pengalamannya saat menjabat Rektor Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari periode 2007 – 2016 dinilai berhasil membangun kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi di Eropa. Pengalaman tersebut menjadi pertimbangan penting untuk memimpin delegasi yang membawa misi akademik lintas negara.
“Salah satu alasannya karena selama menjadi Rektor UHO telah berhasil membangun kerja sama dengan dengan beberapa perguruan tinggi di Eropa,” ujarnya kepada Kendariinfo melalui pesan WhatsApp, Kamis (14/5/2026).
Dalam agenda yang berlangsung pada 11 hingga 18 Mei 2026 tersebut, delegasi akan menjajaki penguatan kemitraan strategis. Salah satu rencana konkret adalah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS) dengan sejumlah perguruan tinggi di Prancis pada Forum Indonesia-Prancis yang direncanakan berlangsung di Prancis pada Juli 2026.
Forum ini merupakan agenda dua tahunan yang pada 2024 lalu digelar di Indonesia dengan tuan rumah Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Prof. Usman berharap momentum ini dapat dimanfaatkan oleh seluruh perguruan tinggi negeri dan swasta di lingkup LLDIKTI IX untuk mengambil peran aktif sesuai keunggulan masing-masing institusi. Ia menekankan bahwa peluang kerja sama global ini tidak hanya terbuka bagi dosen, tetapi juga mahasiswa.
“Harapan ke depan, PTN seperti UHO dan PTS berkontribusi sesuai keunikan masing-masing dalam program-program unggulan, dalam kerja sama global khusus untuk PTS di lingkup LLDIKTI Wilayah IX, tidak hanya bagi dosen tetapi juga untuk mahasiswa,” ungkapnya.
Sejumlah program prioritas yang didorong dalam kolaborasi ini meliputi pembentukan konsorsium keilmuan, pertukaran mahasiswa antarperguruan tinggi, resource sharing dalam pemanfaatan fasilitas riset, pengembangan program ambil kredit hingga joint/double degree, magang dan kursus peningkatan kompetensi, serta peluang studi lanjut S2, S3, hingga post-doctoral.
Kesempatan tersebut dapat diakses oleh seluruh kampus di bawah LLDIKTI IX, termasuk UHO dan Universitas Karya Persada Muna (UKPM).
Namun demikian, ia menegaskan perlunya kesiapan internal kampus, mulai dari penciptaan atmosfer akademik yang kondusif bagi mahasiswa asing, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga penguasaan bahasa asing.
“Untuk memanfaatkan kesempatan ini diperlukan atmosfer akademik yang kondusif dan nyaman bagi mahasiswa asing dan juga peningkatan kompetensi keilmuan dosen dan mahasiswa serta didukung kemampuan bahasa asing seperti bahasa Inggris, Prancis, Jerman, Jepang, Arab dan Mandarin,” tuturnya.
Melalui langkah ini, kata dia, diharapkan perguruan tinggi di wilayah LLDIKTI IX mampu makin terlibat aktif dalam jejaring akademik global dan meningkatkan daya saing di tingkat internasional.
Post Views: 19

2 hours ago
3












































