52 Ton Beras untuk Korban Banjir, Kendari Jadi Pusat Distribusi Bantuan Pangan di Sultra

7 hours ago 2

Kendari – Pemerintah menyalurkan bantuan pangan bagi ribuan korban banjir di Sulawesi Tenggara (Sultra) dengan total mencapai 52 ton beras dan 3.060 liter minyak goreng. Dari enam daerah terdampak, Kota Kendari menjadi salah satu titik utama distribusi bantuan yang saat ini dipercepat pemerintah bersama Bulog.

Bantuan tersebut disalurkan untuk masyarakat terdampak banjir di Kendari, Konawe Selatan (Konsel), Kolaka Timur (Koltim), Kolaka, Konawe, dan Konawe Utara (Konut). Penyaluran dilakukan serentak melalui gudang Bulog di masing-masing daerah agar bantuan segera diterima warga.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, mengatakan kebutuhan pangan menjadi prioritas utama pemerintah di tengah kondisi banjir yang masih terjadi di sejumlah wilayah.

Penyaluran bantuan dari pemerintah untuk korban bencana di Sulawesi Tenggara (Sultra).Penyaluran bantuan dari pemerintah untuk korban bencana di Sulawesi Tenggara (Sultra). Foto: Istimewa.

“Ini bentuk gerak cepat pemerintah membantu masyarakat terdampak banjir. Pangan menjadi kebutuhan utama yang harus segera dipenuhi,” ujarnya, Rabu (13/5/2026).

Di Kota Kendari, bantuan pangan diterima langsung Asisten II Setda Kota Kendari, Nismawati bersama Dinas Ketahanan Pangan. Beras bantuan yang berasal dari Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) langsung dikeluarkan dari gudang Bulog pada hari yang sama sesuai instruksi pemerintah pusat.

Selanjutnya, bantuan dipindahkan ke gedung eks media center Rumah Jabatan Wali Kota Kendari untuk dilakukan pengemasan ulang sebelum disalurkan ke masyarakat melalui Dinas Sosial Kota Kendari, pihak kelurahan, hingga tingkat RT.

Nismawati menjelaskan, penyaluran bantuan dilakukan berdasarkan jumlah jiwa dalam satu rumah tangga. Setiap warga terdampak menerima 2,1 kilogram beras sehingga total bantuan yang diterima tiap keluarga berbeda.

“Kalau ada 10 jiwa dalam satu rumah maka menerima 21 kilogram beras. Kalau tiga jiwa mendapat 6,3 kilogram. Jadi penyaluran harus menyesuaikan data korban banjir,” katanya.

Ia menyebut proses distribusi di Kota Kendari cukup menantang karena beras dari Bulog masih dikemas dalam karung ukuran 50 kilogram sehingga perlu dipisahkan kembali sesuai jumlah penerima.

Meski demikian, pemerintah memastikan seluruh masyarakat terdampak banjir tetap menerima bantuan pangan secara bertahap. Data korban terdampak di tiap wilayah menjadi dasar penentuan jumlah bantuan yang disalurkan pemerintah.

Post Views: 43

Read Entire Article
Rapat | | | |