Kendari – Sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara (Sultra) dilanda banjir akibat hujan deras dengan intensitas tinggi sejak Jumat (8/5/2026) hingga Minggu (10/5). Bencana tersebut merendam permukiman warga, lahan pertanian, fasilitas umum, hingga menyebabkan kerusakan jembatan di tujuh wilayah se-Sultra.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sultra, La Ode Saifuddin, mengatakan bencana banjir terjadi di sejumlah daerah di Sultra akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
“Informasi bencana itu menyebar. Pada dasarnya, hampir seluruh kabupaten dan kota terdampak,” ujarnya, Senin (11/5).
Banjir di Kecamatan Baruga, Kota Kendari. Foto: Dok. Dinas SDA dan Bina Marga Sultra. (10/5/2026).BPBD Sultra telah menerima sejumlah laporan awal terkait dampak banjir di berbagai wilayah. Berikut rincian daerah yang terdampak parah:
Kabupaten Konawe
Wilayah ini menjadi daerah dengan dampak banjir terluas. Sedikitnya 14 kecamatan dilaporkan terendam banjir, yakni Kecamatan Uepai, Anggaberi, Wawotobi, Konawe, Wonggeduku, Onembute, Abuki, Wonggeduku Barat, Unaaha, Tongauna, Tongauna Utara, Lambuya, Padangguni, dan Amonggedo. Pemerintah daerah setempat telah menetapkan status siaga bencana akibat meluasnya dampak banjir.
Kabupaten Kolaka Timur
Banjir terjadi di delapan kecamatan, meliputi Polipolia, Dangia, Ladongi, Loea, Tirawuta, Mowewe, Uluiwoi, dan Lalolae. Pemerintah daerah setempat juga telah menetapkan status siaga bencana.
Kota Kendari
Di ibu kota provinsi, banjir dilaporkan berdampak di tujuh kecamatan, yakni Kambu, Poasia, Baruga, Kendari Barat, Wuawua, Kadia, dan Abeli.
Kabupaten Buton Utara
Banjir merendam empat desa, yakni Desa Wacu Laea, Lamoahi, Wantulasi, dan Lapandewa.
Kabupaten Kolaka
Wilayah terdampak banjir meliputi Desa Konaweha, Latuo, dan Ulu Konaweha di Kecamatan Samaturu, serta Desa Pelambua di Kecamatan Pomalaa.
Kabupaten Konawe Selatan
Banjir terjadi di Desa Puosu Jaya dan Desa Lalowiu, Kecamatan Konda.
Kabupaten Konawe Utara
Banjir merendam Desa Polora, Tambakua, Sama Subur, dan Tondowatu.
Hingga kini, BPBD Sultra masih menunggu pembaruan data dari BPBD kabupaten dan kota terkait jumlah warga terdampak serta kondisi terkini di lapangan.
Post Views: 25

22 hours ago
12













































