Kendari – Pelaksanaan forum internasional United Cities and Local Governments Asia-Pacific (UCLG Aspac) 2026 di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), mendapat pujian dari Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Republik Indonesia (RI).
Pemerintah pusat menilai Kota Kendari tidak hanya sukses menggelar agenda internasional, tetapi juga mampu melibatkan masyarakat hingga pelaku UMKM dalam menyambut delegasi mancanegara.
Perwakilan Kemenlu RI, Agustaviano Sofjan, mengaku terkesan dengan suasana pelaksanaan UCLG Aspac yang dinilainya berlangsung tertib sejak hari pertama hingga penutupan kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan langsung Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sultra menjadi salah satu faktor utama suksesnya forum internasional tersebut.
“Kami melihat dukungan pemerintah daerah sangat maksimal. Wakil gubernur, wali kota, sampai seluruh jajaran terus hadir mendampingi kegiatan. Dari awal sampai akhir pelaksanaannya berjalan lancar dan tertata dengan baik,” katanya saat berkunjung ke Pantai Nambo, Sabtu (9/5/2026).
Bukan hanya agenda konferensi yang menjadi perhatian, Agustaviano juga menilai atmosfer UCLG Aspac 2026 terasa berbeda karena masyarakat ikut meramaikan rangkaian kegiatan internasional itu. Festival budaya, pasar rakyat, hingga aktivitas di kawasan pesisir disebut memberi pengalaman tersendiri bagi para delegasi luar negeri.
Ia mengaku sempat berkeliling di kawasan Pantai Tambat Labuh dan Pantai Nambo untuk melihat langsung aktivitas masyarakat selama forum berlangsung.
“Yang menarik, bukan hanya delegasi yang menikmati kegiatan ini. Warga juga ikut merasakan suasana konferensi internasional lewat festival dan pasar rakyat yang digelar. Kehadiran masyarakat membuat acara terasa hidup,” ujarnya.
Kunjungan tersebut juga menjadi pengalaman pertamanya datang ke Kota Kendari. Ia menilai Sultra memiliki potensi besar untuk berkembang, termasuk dalam menarik investasi dari luar daerah maupun luar negeri.
Menurutnya, momentum UCLG Aspac 2026 bisa menjadi pintu promosi daerah kepada dunia internasional.
“Ini pertama kali saya datang ke Kendari dan saya melihat potensinya sangat besar. Kami melihat kota ini bisa berkembang menjadi daerah tujuan investasi, baik investor domestik maupun asing, untuk mendorong pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Di sela kunjungannya, Agustaviano turut meninjau stan pelaku UMKM lokal yang ikut meramaikan kegiatan. Ia mengaku tertarik dengan berbagai produk khas Sultra, termasuk Kopi Belut yang menurutnya memiliki cita rasa unik.
“Saya sempat melihat langsung produk-produk UMKM di sini dan membeli Kopi Belut. Baru kali ini saya menemukan kopi dengan rasa seperti itu. Kreativitas masyarakat Sulawesi Tenggara seperti ini menjadi kekuatan tersendiri untuk pengembangan UMKM daerah,” pungkasnya.
Wali Kota Ingin Kendari Mendunia, Tak Lagi Hanya Dikenal di Indonesia
Post Views: 6

1 day ago
13













































